Apa Itu Kesehatan Otak Dan Mengapa Kesehatan Otak Itu Penting?

OTAK manusia adalah pusat komando untuk sistem saraf dan memungkinkan kita berfikir, mengingat, bergerak, dan memiliki emosi dengan fungsi kompleks yang merupakan produk tertinggi dari evolusi biologis.

Oleh

DITERBITKAN 5:09 am Ming Juli 2021

WAKTUJAKARTA.COM, KESEHATAN — Menjaga otak yang sehat selama hidup seseorang adalah tujuan utama dalam mengejar kesehatan dan umur panjang.

Seiring bertambahnya usia populasi, beban gangguan neurologis dan tantangan untuk pelestarian kesehatan otak meningkat.

Oleh karena itu, penting untuk memahami apa itu kesehatan otak dan mengapa hal itu amatlah penting.

Artikel ini adalah yang pertama dari seri yang bertujuan untuk mendefinisikan kesehatan otak, menganalisis pengaruh gangguan neurologis utama pada kesehatan otak, dan mendiskusikan bagaimana gangguan ini dapat diobati dan dicegah.

Pengertian kesehatan otak

Saat ini, tidak ada definisi kesehatan otak yang diakui secara universal.

Sebagian besar definisi yang ada hanya memiliki gambaran umum tentang fungsi otak normal atau menekankan satu atau dua dimensi kesehatan otak.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS mendefinisikan kesehatan otak sebagai kemampuan untuk melakukan semua proses mental kognisi, termasuk kemampuan untuk belajar dan menilai, menggunakan bahasa, dan mengingat.

Nasihat presiden American Heart Association/American Stroke Association (AHA/ASA) mendefinisikan kesehatan otak yang optimal sebagai “tingkat kinerja rata-rata di antara semua orang pada usia itu yang bebas dari penyakit otak atau sistem organ lain yang diketahui dalam hal penurunan dari tingkat fungsi, atau sebagai kecukupan untuk melakukan semua aktivitas yang ingin dilakukan oleh individu tersebut.”

Otak adalah organ yang kompleks dan memiliki setidaknya tiga tingkat fungsi yang mempengaruhi semua aspek kehidupan kita sehari-hari: interpretasi indera dan kontrol gerakan; pemeliharaan proses kognitif, mental, dan emosional; dan pemeliharaan perilaku normal dan kognisi sosial.

Oleh karena itu, kesehatan otak dapat didefinisikan sebagai pemeliharaan integritas otak yang optimal serta fungsi mental dan kognitif pada usia tertentu tanpa adanya penyakit otak yang nyata yang mempengaruhi fungsi otak normal.

Pengaruh gangguan neurologis utama pada kesehatan otak

Beberapa gangguan saraf dapat mengganggu fungsi otak dan mempengaruhi kesehatan manusia. Secara medis, gangguan saraf yang menyebabkan disfungsi otak dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok:

  • Penyakit otak dengan kerusakan nyata pada struktur otak, seperti penyakit serebrovaskular, cedera otak traumatis, tumor otak, meningitis, dan gangguan komunikasi dan sensorik
  • Gangguan otak fungsional dengan kerusakan koneksi atau jaringan otak yang terdeteksi, seperti penyakit neurodegeneratif (misalnya, penyakit Parkinson, penyakit Alzheimer, dan demensia lainnya) dan gangguan mental (misalnya, skizofrenia, depresi, gangguan bipolar, alkoholisme, dan penyalahgunaan obat)
  • Gangguan otak lain tanpa gangguan struktural atau fungsional yang terdeteksi, seperti migrain dan gangguan tidur.

Gangguan neurologis ini mungkin memiliki efek yang berbeda atau umum pada kesehatan dan fungsi otak.

Misalnya, penyakit Alzheimer adalah jenis utama dari demensia, dengan penurunan berbagai domain fungsi kognitif.

Gangguan mood dapat menyebabkan disfungsi dalam eksekusi, pemrosesan hadiah, dan regulasi emosional. Selain cacat fisik, afasia, masalah gaya berjalan dan keseimbangan, dan penyakit serebrovaskular dapat menyebabkan gangguan kognitif dan demensia, yang diabaikan oleh pasien dan dokter.

Baca juga 7 Cara Menjaga Kesehatan Otak Bagi Lansia.

Penuaan dan beban gangguan neurologis

Penuaan manusia terutama tercermin dalam aspek penuaan otak dan penurunan fungsi otak.

Jumlah orang berusia 60 tahun ke atas di seluruh dunia adalah sekitar 900 juta pada tahun 2015 dan diperkirakan akan tumbuh dua miliar pada tahun 2050.

Dengan peningkatan populasi yang menua maka beban gangguan neurologis dan tantangan untuk pelestarian kesehatan otak meningkat tajam.

Penyandang gangguan saraf akan mengalami kecacatan fisik, gangguan kognitif atau mental, dan disfungsi sosial serta menjadi beban ekonomi yang besar.

Secara global, gangguan neurologis adalah penyebab utama kecacatan yang disesuaikan dengan tahun kehidupan (276 juta) dan penyebab kematian kedua (9 juta) pada tahun 2016, menurut studi Global Burden of Diseases.

Stroke, migrain, penyakit Alzheimer dan demensia lainnya, dan meningitis adalah kontributor terbesar untuk kecacatan neurologis yang disesuaikan dengan tahun kehidupan.

Sekitar satu dari empat orang dewasa akan mengalami stroke dalam hidup mereka, dari usia 25 tahun dan seterusnya.

Sekitar 50 juta orang di seluruh dunia hidup dengan demensia pada tahun 2018, dan jumlahnya akan meningkat tiga kali lipat menjadi 152 juta pada tahun 2050.

Dalam dekade berikutnya, pemerintah akan menghadapi peningkatan permintaan untuk perawatan, rehabilitasi, dan layanan dukungan untuk gangguan neurologis.

Tinggalkan komentar