Bolehkah Membeli Daging Babi Dan Memberikannya Kepada Non-Muslim?

Photo of author



WAKTUJAKARTA.COM — Membeli barang haram seperti babi dengan tujuan memberi makan kepada non-Muslim yang membutuhkan, bagaimana hukumanya dalam agama Islam. Apakah tindakan ini diperbolehkan atau sebaliknya malah mendatangkan dosa besar?

Pertanyaannya:

Apakah hukumnya jika seorang Muslim membeli daging babi dengan uangnya sendiri, kemudian diberikan kepada non-Muslim untuk mereka makan? Dan bagaimana status orang Muslim tersebut karena perbuatannya itu?

Jawaban:

Segala puji hanya kepada Allah Ta’ala semata.

Apabila seorang Muslim melakukan tindakan tersebut, maka hukumnya haram dan tiada keraguan setitikpun mengenai larangan melakukan hal yang anda sebutkan tadi, hal ini berlandas pada sebuah riwayat al-Bukhari (2236) dan Muslim (1581), ia mendengar Rasulullah (SAW) mengatakan: dihari penaklukan Mekkah, disaat dirinya berada di Mekkah: “Allah dan RasulNya melarang menjual alkohol, daging mati, babi dan berhala.”

Terlepas jika seorang Muslim melakukannya untuk memberi makan ahli kitab, atau untuk memberi makan anjing, atau untuk tujuan lainnya, menjual dan membeli daging babi adalah haram, dan harga yang ditetapkan juga haram.

Ibn al-Mundhir (RA) mengatakan: Para ulama sepakat bahwa menjual dan membeli daging babi adalah haram. al-Awsat (10/20).

Ibn Battaal mengatakan: Para ulama sepakat bahwa menjual dan membeli daging babi adalah haram. Sharh Saheeh al-Bukhaari (6/344).

Dan memakan / mengkonsumsi daging babi, juga haram hukumnya, dan larangan hal ini tegas tertulis di dalam al-Qur’an, sunnah Nabi dan kesepakatan para Ulama secara luas.

Sedangkan bagi mereka yang telah melakukannya, baik melakukannya hanya sekali dan lebih dari sekali, maka ia harus bertaubat secara tulus kepada Allah Ta’ala, dan memohon ampunan akan tindakannya.

Baca tata cara sholat Taubat sesuai tuntunan Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sohbihi Wassallam.

Sebagai seorang Muslim kita dilarang berkompromi untuk urusan agama hanya karena ingin berbuat baik atau menyenangkan orang lain, yang hasilnya malah membuat kita melanggar perintah Allah ar-Rahman ar-Rahim.

Jikalau seorang Muslim ingin memberikan makanan, kepada siapapun baik itu Muslim atau non-Muslim, maka berikanlah makanan yang halal dan sehat, begitupun dengan minuman yang halal, bukan dengan makanan dan minuman yang diharamkan. Hal tersebut dilarang dan sebagai bentuk pelanggaran terhadap Allah Azza Wa Jalla.

Allahu a’lam Bishawab.

Tinggalkan komentar