Dalil Dan Hukum Melaksanakan Shalat Dhuha

Oleh

DITERBITKAN 3:44 am Sel Januari 2020

WAKTUJAKARTA.COM — Dalam ibadah wajib kita mengetahui dalil yang memerintahkannya atau yang membolehkannya. Sia-sia ibadah jikalau tanpa ada perintah dan anjuran. Begitupula Shalat Dhuha, tentu nama Shalat Sunnah yang satu ini sudah tidak asing lagi ditelinga.

Namun begitu, apakah dalil dan hukum untuk melaksanakannya juga tidak asing ditelinga kita? Bisa jadi belum, karena itulah di artikel ini saya mengundang anda untuk mempelajarinya sebelum akhirnya melaksanakan ibadah Shalat Sunnah Muakkadah yang mulia ini.

Hukum Sholat Dhuha

Shalat Dhuha termasuk kedalam Sunnah Muakkad, dalam bahasa Fiqih merupakan jenis ibadah Sunnah amat dianjurkan untuk dikerjakan.

Nabi Shallahu Alaihi Wa Ali Wa Sallam amat menganjurkannya:

“Setiap pagi, setiap ruas anggota badan kalian wajib dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, dan melarang berbuat munkar adalah sedekah. Semua itu dapat diganti dengan shalat dhuha dua rakaat.”

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu yang berkata, ” Kekasihku (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) memberikan pesan (wasiat) kepadaku dengan tiga hal yang tidak pernah aku tinggalkan hingga aku meninggal nanti. Yaitu puasa tiga hari setiap bulan, shalat dhuha, dan tidur dalam keadaan sudah mengerjakan shalat witir.” (Muttafaqun ‘Alaih, Al-Bukhari No. 1981, Muslim No. 721).

Dan penjelasan siti Aisyah Ra:
“Semenjak aku melihat Nabi melakukan Sholat Dhuha, semenjak itu aku tidak pernah meninggalkannya.” (Bukhari, Muslim).

Arti kata Dhuha

Secara bahasa arti Dhuha berasal dari kata ad-Dhahwu yang berarti siang hari yang mulai panas.

Dan dalam kajian Fiqh, Dhuha berarti:

”Waktu ketika matahari mulai meninggi sampai datangnya zawal (tergelincirnya matahari). (al-Mausu’ah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyah, 27/221).

Keutamaan dan manfaat sholat Dhuha

Berikut adalah keutamaan serta manfaat dari sholat Dhuha yang akan diperoleh siapapun yang mengerjakannya:

A. 2 rakaat sholat Dhuha seberat 360 sedekah

<blockquote“

Manusia memiliki 360 persendian. Setiap persendian itu memiliki kewajiban untuk bersedekah.” Para sahabat pun mengatakan, “Lalu siapa yang mampu bersedekah dengan seluruh persendiannya, wahai Rasulullah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas mengatakan, “Menanam bekas ludah di masjid atau menyingkirkan gangguan dari jalanan. Jika engkau tidak mampu melakukan seperti itu, maka cukup lakukan shalat Dhuha dua raka’at

.” (HR. Ahmad, 5: 354. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih ligoirohi)

Dan dalam dunia kesehatan terbukti bahwa manusia memiliki 360 persendian, begitupun yang dinyatakan dalam al-Hadits yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah Radhiyallahu anha pernah menyebutkan sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Ala Ali Wasallam menjelaskan:

إِنَّهُ خُلِقَ كُلُّ إِنْسَانٍ مِنْ بَنِى آدَمَ عَلَى سِتِّينَ وَثَلاَثِمَائَةِ مَفْصِلٍ

Sesungguhnya setiap manusia keturunan Adam diciptakan dalam keadaan memiliki 360 persendian” (HR. Muslim no. 1007).

B. Allah Ta’ala mencukupkan sepanjang hari

Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjanjikan kecukupan bagi mereka yang mengerjakan sholat Dhuha sepanjang hari.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.” (HR. Ahmad).

C. Pahala sholat Dhuha senilai pahala Haji dan Umroh

Jika anda mengerjakan sholat Dhuha di awal waktunya yakni ketika matahari sudah meninggi kira-kira setinggi satu tombak dari pandangan, saat di Masjid setelah shalat Subuh maka pahalanya seberat pahala Umroh. Ini berdasarkan al-Hadis.

Dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan:

« مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِى جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ ». قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ

Barangsiapa yang melaksanakan shalat shubuh secara berjama’ah lalu ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan shalat dua raka’at, maka ia seperti memperoleh pahala haji dan umroh.” Beliau pun bersabda, “Pahala yang sempurna, sempurna dan sempurna.” (HR. Tirmidzi no. 586. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Jika saudara dan saudari seiman dalam Islam telah sepenuhnya memahami dalil dan hukum beserta keutamaan melaksanakan Shalat ini, maka saatnya untuk mengamalkannya, apabila kebetulan ada yang memerlukan semacam bimbingan untuk itu maka saya undang untuk sambangi halaman saya yang berjudul cara shalat Dhuha dalam tabel. Insya Allah bermanfaat dan sampai jumpa lagi di artikel-artikel Dakwah Islam dari AiTarus.com berikutnya di masa datang.

Tinggalkan komentar