Doa Qunut Subuh Dan Witir Berserta Arti Dan Dalilnya

Oleh

DITERBITKAN 3:44 pm Sab Desember 2019

WAKTUJAKARTA.COM — Tentu tidak asing bagi kita mendengar nama “Doa Qunut”, doa ini lazim dibaca saat Shalat Subuh sebelum ruku’ di rakaat kedua. Bahkan saat SD dulu ada ujian praktek agama seluruh murid dites untuk membaca doa Qunut, alhasil saat itu saya harus menghafal seluruh doanya.

Dan sejak itu saya hafal dengan doa ini, dan seringkali membacanya saat Sholat Subuh karena doa ini memohon petunjuk, diberi kesehatan, diberi keberkahan, diselamatkan dari bahaya, memohon ampunan dan taubat beserta Shalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sahbihi Wa Sallam.

Lalu apa itu doa Qunut, lalu apa beda dari doa Qunut Subuh dan Qunut Witir, makna dan penjelasan lengkapnya dibahas disini untuk kita semua.

Apakah arti Qunut?

Qunut secara bahasa berarti taat atau patut. Sedangkan berdasarkan syariat Qunut berarti taat dengan tulus, ini berdasarkan ayat al-Quran di surat al-Imran (3) : 43:

يَا مَرْيَمُ اقْنُتِي لِرَبِّكِ وَاسْجُدِي وَارْكَعِي مَعَ الرَّاكِعِينَ

Artinya: Hai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan ruku’lah bersama orang-orang yang ruku’.

Apakah dalil mengerjakan doa Qunut?

Dalil 1. Adapun dalil melaksanakan doa Qunut ialah merujuk kepada penjelasan sejumlah Hadits berikut ini:

إِنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُوْتِرُ فَيَقْنُتُ قَبْلَ الرُّكُوْعِ. أخرجه ابن ماجه.

Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan Witir lalu melakukan qunut sebelum ruku`. [HR Ibnu Mâjah, dan dishahîhkan Syaikh al-Albâni dalam Irwa` al-Ghalil 2/167, hadits no. 426].

Dalil 2. Dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu, yang berbunyi sebagai berikut:

“Dari Sahabat Anas bin Malik r.a, sesungguhnya Nabi SAW membaca qunut selama satu bulan penuh untuk mendoakan orang-orang, kemudian beliau meninggalkannya. Adapun di waktu subuh beliau tidak pernah meninggalkan qunut sampai beliau meninggal dunia.”(HR. Imam Baihaqi dan Daruqutni).

Baca juga cara Shalat Subuh dan cara Sholat Dhuha.

Bacaan doa Qunut sholat subuh

Adapun bacaan doa Qunut shalat Subuh pada i’tidal kedua adalah sebagai berikut:

Doa Qunut untuk imam:

Bacaan doa Qunut latin: Allaahummah Dinaa Fiiman Hadaiyt, Wa ‘aafinaa Fiiman ‘Aafaiyt, Wa Tawallanaa Fiiman Tawallaiyt, Wa Baariklanaa Fiimaa a’toiyt, Wa qinaa Syarromaa Qodloiyt, Fainnaka Taqdlii walaa yuqdloo ‘alaiyk, Wa innahu laa yadzillu maw waalayt, Walaa ya’izzuman ‘aadaiyt, Tabaarokta robbanaa wata’aalaiyt, Falakal hamdu ‘alaa maa qodloiyt, wa astaghfiruka wa atuubu ilaiyk, wa shallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadinnabiyyil ummiyyi wa’alaa aalihi wasahbihi wasallam”.

Terjemahan Bacaan Doa Qunut: “Ya Allah tunjukkanlah kepadaku sebagaimana orang-orang yang telah Engkau tunjukkan. Dan berilah kesehatan kepadaku sebagaimana mereka yang Engkau telah berikan kesehatan. Dan peliharalah diriku sebagaimana orang yang telah Engkau peliharakan.

Dan berilah keberkahan bagiku pada apa-apa yang telah Engkau kurniakan. Dan selamatkan aku dari bahaya kejahatan yang Engkau telah tentukan. Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan kena hukum. Maka sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin. Dan tidak mulia orang yang Engkau memusuhinya. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha tinggi.

Hanya untuk-Mu segala pujian di atas yang Engkau tentukan.Ku memohon ampun dari-Mu dan aku bertaubat kepada Engkau (Dan semoga Allah) mencurahkan rahmat dan sejahtera ke atas junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya”.

Doa Qunut untuk makmum atau juga sholat sendiri:

اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ ,وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ , وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ , وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ, وَقِنِيْ شَرَّمَا قََضَيْتَ,  فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ , وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ, وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ, تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ, فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ, وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ, وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

“Allahummah dinii fii man hadait. Wa’aafinii fii man ‘aafaiit. Wa tawallanii fii man tawallaiit. Wa baarik lii fiimaa a’thaiit. Wa qinii syarramaa qadthaiit. Fa innaka taqdthii walaa yuqthdaa ‘alaiik. Wainnahu laa yadzillu man wãlaiit. Walaa ya’izzu man ‘aadaiit. Tabaa rakta rabbanaa wata ’aalait Fa lakal-hamdu ‘alaa maa qadhaiit Astaghfiruka wa atuubu ilaiik, wa shallallaahu ‘alaa sayyidina Muhammadinin-nabiyyil ummiyyi wa’alaa aalihii wa shahbihii wa sallam.”

Doa Qunut Nazilah

Doa Qunut Nazilah ini dibaca saat terjadi musibah seperti bencana alam, pertikaian dan juga gangguan keamanaan dan bahkan saat masalah ekonomi seperti panen yang tidak sesuai harapan. Adapun selain membaca doa Qunut Subuh, di doa Qunut Nazilah lebih baik atau lebih afdhol pula menambah juga dengan doa Qunut yang dibaca oleh Umar Bin Khattab R.A.

Ini adalah bacaan doa Qunut Nazilah untuk anda amalkan.

اللَّهُمَّ إنَّا نَسْتَعِينُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ وَنَسْتَهْدِيكَ وَنُؤْمِنُ بِكَ وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْكَ وَنُثْنِي عَلَيْكَ الْخَيْرَ كُلَّهُ نَشْكُرَكَ وَلَا نَكْفُرُكَ وَنَخْلَعُ وَنَتْرُكُ مَنْ يَفْجُرُكَ اللَّهُمَّ إيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَك نُصَلِّي وَنَسْجُدُ وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ نَرْجُو رَحْمَتَك وَنَخْشَى عَذَابَكَ إنَّ عَذَابَك الْجِدَّ بِالْكُفَّارِ مُلْحَقٌ

“Allâhumma innâ nasta‘înuka wa nastaghfiruk, wa nastahdîka wa nu’minu bik wa natawakkalu alaik, wa nutsnî alaikal khaira kullahu nasykuruka wa lâ nakfuruk, wa nakhla‘u wa natruku man yafjuruk. Allâhumma iyyâka na‘budu, wa laka nushallî wa nasjud, wa ilaika nas‘â wa nahfid, narjû rahmataka wa nakhsyâ adzâbak, inna adzâbakal jidda bil kuffâri mulhaq”.

Artinya, “Tuhan kami, kami memohon bantuan-Mu, meminta ampunan-Mu, mengharap petunjukMu, beriman kepada-Mu, bertawakal kepada-Mu, memuji-Mu, bersyukur dan tidak mengingkari atas semua kebaikanMu, dan kami menarik diri serta meninggalkan mereka yang mendurhakai-Mu. Tuhan kami, hanya Kau yang kami sembah, hanya kepada-Mu kami hadapkan shalat ini dan bersujud, hanya kepada-Mu kami berjalan dan berlari. Kami mengharapkan rahmat-Mu. Kami takut pada siksa-Mu karena siksa-Mu yang keras itu akan menimpa orang-orang kafir.”

اللَّهُمَّ عَذِّبْ الْكَفَرَةَ وَالْمُشْرِكِينَ أَعْدَاءَ الدِّينِ الَّذِينَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِك وَيُكَذِّبُونَ رُسُلَك وَيُقَاتِلُونَ أَوْلِيَاءَك اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ إنَّك قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ اللَّهُمَّ أَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَاجْعَلْ فِي قُلُوبِهِمْ الْإِيمَانَ وَالْحِكْمَةَ وَثَبِّتْهُمْ عَلَى مِلَّةِ نَبِيِّك وَرَسُولِك وَأَوْزِعْهُمْ أَنْ يُوفُوا بِعَهْدِك الَّذِي عَاهَدْتهمْ عَلَيْهِ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّهِمْ وَعَدُوِّك إلَهَ الْحَقِّ وَاجْعَلْنَا مِنْهُمْ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

“Allâhumma adzzibil kafarata wal musyrikîn, a‘dâ’ad dînilladzîna yashuddûna ‘an sabîlik, wa yukadzzibûna rusulaka wa yuqâtilûna auliyâ’ak. Allâhummaghfir lil mu’minîna wal mu’minât, wal muslimîna wal muslimât, al-ahyâ’i minhum wal amwât, innaka qarîbun mujîbud da‘awât. Allâhumma ashlih dzâta bainihim, wa allif baina qulûbihim, waj‘al fî qulûbihimul îmâna wal hikmah, wa tsabbithum alâ dînika wa rasûlik, wa auzi‘hum an yûfû bi‘ahdikalladzî ‘âhadtahum alaih, wanshurhum ala ‘aduwwihim wa ‘aduwwika ilâhal haq, waj‘alnâ minhum, wa shallallâhu alâ sayyidinâ muhammadin wa alâ âlihi wa shahbihî wa sallam”.

Artinya, “Tuhan kami, jatuhkan azab-Mu kepada orang-orang kafir dan musyrik, (mereka) musuh-musuh agama yang berupaya menghalangi orang lain dari jalan-Mu, mereka yang mendustakan rasul-Mu, dan mereka yang memusuhi kekasih-kekasih-Mu. Ya Allah, ampunilah hamba-hamba-Mu yang beriman laki-laki dan perempuan, kaum muslimin dan muslimat, baik yang hidup maupun yang sudah wafat. Sungguh, Engkau maha dekat dan pendengar segala munajat. Tuhanku, damaikan pertikaian di antara kaum muslimin, bulatkan hati mereka, masukkan kekuatan iman dan hikmah di qalbu mereka, tetapkan mereka di jalan nabi dan rasul-Mu, ilhami mereka untuk memenuhi perjanjian yang telah Kau ikat dengan mereka, bantulah mereka mengatasi musuh mereka dan seteru-Mu. Wahai Tuhan hak, masukkanlah kami ke dalam golongan mereka itu. Semoga shalawat dan salam Allah tercurah kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya.”

Doa Qunut di sholat Witir

Bacaan doa Qunut Witir

اللَّهُمَّ اهْدِنِى فِيمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِى فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِى فِيمَا أَعْطَيْتَ وَقِنِى شَرَّ مَا قَضَيْتَ فَإِنَّكَ تَقْضِى وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

Bahasa Latin:

“Allahummahdiini fiiman hadait, wa’aafini fiiman ‘afait, watawallanii fiiman tawallait, wabaarik lii fiima a’thait, waqinii syarrama qadlait, fainnaka taqdhi walaa yuqdho ‘alaik, wainnahu laa yadzillu man waalait, tabaarakta rabbana wata’aalait”.

Artinya:

“Ya Allah, berilah aku petunjuk di antara orang-orang yang Engkau beri petunjuk, dan berilah aku keselamatan di antara orang-orang yang telah Engkau beri keselamatan, uruslah diriku di antara orang-orang yang telah Engkau urus, berkahilah untukku apa yang telah Engkau berikan kepadaku, lindungilah aku dari keburukan apa yang telah Engkau tetapkan, sesungguhnya Engkau Yang memutuskan dan tidak diputuskan kepadaku, sesungguhnya tidak akan hina orang yang telah Engkau jaga dan Engkau tolong. Engkau Maha Suci dan Maha Tinggi”. (HR. Abu Daud no. 1425, An Nasai no. 1745, At Tirmidzi no. 464).

Kapan membaca doa Qunut Witir?

Doa Qunut dibaca di rakaat terakhir Sholat Sunnah Witir, setelah ruku, namun jikalau dibaca sebelum ruku’ maka tidak mengapa. Silahkan baca masing-masing dalil membaca doa Qunut sebelum dan setelah Ruku’ berikut ini.

1. Dalil membaca doa Qunut sebelum Ruku’.

إِنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُوْتِرُ فَيَقْنُتُ قَبْلَ الرُّكُوْعِ. أخرجه ابن ماجه.

Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan Witir lalu melakukan qunut sebelum ruku`. [HR Ibnu Mâjah, dan dishahîhkan Syaikh al-Albâni dalam Irwa` al-Ghalil 2/167, hadits no. 426].

2. Dalil membaca doa Qunut setelah Ruku’.

“Beliau berkata: “Apabila selesai melaknat orang-orang kafir, bershalawat kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , memohon ampunan untuk kaum mukminin dan mukminat serta permintaan lainnya, ia mengucapkan: ‘Ya Allah, kami hanya menyembah kepada-Mu, berusaha dan beramal hanya untuk-Mu, dan memohon rahmat kepada-Mu, wahai Rabb kami, dan kami takut kepada adzab-Mu yang pedih. Sesungguhnya adzab-Mu ditimpakan kepada orang yang Engkau musuhi,’ kemudian ia bertakbir dan turun untuk sujud. [HR Ibnu Khuzaimah dalam Shahîh-nya 2/155-156. Dikatakan oleh pentahqîqnya: “Isnadnya shahîh”.].

Penjelasan: Mengenai kalimat “Kemudian ia bertakbir dan turun untuk sujud”, berarti Doa Qunut dilakukan setelah Ruku, jika sebelum ruku tentu menjadi Takbir lalu Ruku. Jadi Qunut bisa pula dilakukan setelah Ruku’ karena para Sahabat Nabi Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sallam mempraktekannya.

Shaykh al-Islam [Ibn Taymiyah] menjelaskan dalam kitab Majmoo’ al-Fataawa (23/100):

Mengenai masalah Qunut: ada dua pandangan besar dan satu pandangan ditengah keduanya. Pandangan yang satu menegaskan bahwa doa Qunut harus dibaca sebelum ruku dan yang lainnya menyatakan setelah ruku.

Para Fuqaha di antara ulama Hadis, seperti Imam Ahmad dan lainnya, mengatakan bahwa keduanya dibolehkan, karena keduanya disebutkan dalam Sunnah Sahih, namun begitu mereka lebih cenderung kepada membaca doa Qunut setelah ruku karena disebutkan lebih sering.

Mengangkat kedua tangan saat doa Qunut.

أَنَّ عَبْدَ اللهِ بْنَ مَسْعُوْدٍ كَانَ يَرْفَعُ يَدَيْهِ فِيْ الْقُنُوْتِ إِلَى صَدْرِهِ

“Sesungguhnya ‘Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu anhu , dahulu mengangkat kedua tangannya dalam qunut hingga dadanya”. [HR al-Marwazi dalam Mukhtashar Kitab al-Witr, hlm. 139].

Mengangkat tangan disebutkan dalam sebuah riwayat shahih dari Umar RA, yang diriwayatkan kembali oleh al-Baihaqi dalam Hadis yang ia labeli sebagai Sahih (2/210).

Baca juga Jadwal Shalat untuk seluruh wilayah di Indonesia.

Seorang Muslim seharusnya mengangkat kedua tangannya hingga ke pundak dan tidak lebih tinggi dari itu, dikarenakan doa ini bukanlah doa tambahan dimana pendoa mengangkat tangannya tinggi-tinggi. Namun doa Qunut merupakan harapan dimana si pendoa mengangkat tangannya seolah ingin menggapai langit.

Dianjurkan untuk tidak selalu membaca bacaan doa Qunut setiap mengerjakan shalat Witir, namun beberapa kali saja, karena tiada bukti yang menjelaskan bahwa Rasulullah melakukannya setiap saat. Namun Nabi Muhammad SAW mengajarkan kepada Hasan bin Ali  sebuah doa untuk dibacakan dalam Qunut Witir.

Itulah keseluruhan mengenai membaca bacaan doa Qunut Subuh dan juga doa Qunut Witir yang Insya Allah bermanfaat untuk anda dan semua.

6 pemikiran pada “Doa Qunut Subuh Dan Witir Berserta Arti Dan Dalilnya”

Tinggalkan komentar