Doa Rezeki Lancar Dan Berlimpah Yang Halal Diajarkan Nabi

Oleh

DITERBITKAN 5:01 pm Jum Januari 2020

WAKTUJAKARTA.COM — Dengan mengamalkan doa rezeki lancar dan doa rezeki berlimpah ini Insya Allah hajat kita untuk memperoleh rezeki sesuai yang diharapkan akan terkabul sembari kita juga sekuat tenaga untuk menghindari 6 hal penghambat rezeki dan tidak boros dengan cara berhenti membuang-buang uang untuk hal yang tidak perlu.

Manusia terlahir ke bumi dibarengi dengan memiliki kebutuhan jasmani dan rohani, karena itulah manusia disebut makhluk yang memiliki hawa nafsu.

Setiap manusia harus memiliki nafsu, berbahaya sekali jika tidak, karena tidak ubahnya seperti mayat. Namun juga berbahaya jikalau tidak dapat mengendalikannya, untuk bahasan tentang hawa nafsu silahkan baca artikel ini.

Karena memiliki nafsu makanya manusia membutuhkan hal lain untuk mendukung hidupnya, yakni untuk menafkahi dirinya dengan makan, minum, rumah dan sebagainya.

Hal-hal itu adalah rezeki, yakni sesuatu yang menyertai manusia selama kesempatan hidupnya di dunia ini. Dan karena itulah manusia mencarinya guna menopang kebutuhan jasmaninya.

Seringkali kita memandang rezeki dengan sempit yakni hanya harta dan tahta saja, padahal rezeki tidaklah sebatas itu saja. Nafas yang kita hirup setiap detiknya juga rezeki, mata, telinga dan semuanya merupakan limpahan rezeki yang diberikan begitu saja kepada kita tanpa perlu usaha.

Bahkan istri dan anak-anak kita juga adalah rezeki yang Allah Azza Wa Jalla berikan. Namun seringkali kita tidak menyadarinya hasilnya kita tidak bersyukur.

Lalu apa sebenarnya rezeki itu?

هُوَ كُلُّ مَا تَنْتَفِعُ بِهِ مِمَّا اَبَاحَهُ اللهُ لَكَ سَوَاءٌ كَانَ مَلْبُوْسٌ اَوْ مَطْعُوْمٌ … حَتَّى الزَّوْجَة رِزْق، الاَوْلاَدُ وَ البَنَاتُ رِزْقٌ وَ الصِّحَةُ وَ السَّمْعُ وَ العَقْلُ …الخ

“Segala sesuatu yang bermanfaat yang Allah halalkan untukmu, entah berupa pakaian, makanan, sampai pada istri. Itu semua termasuk rezeki. Begitu pula anak laki-laki atau anak perempuan termasuk rezeki. Termasuk pula dalam hal ini adalah kesehatan, pendengaran dan penglihatan.” [Sumber: Rumaysho].

Penjelasan diatas memaknai bahwa rezeki adalah segala sesuatu yang memberi manfaat dan Allah telah halalkan untuk kita, dan hal itu bisa apapun.

Lalu apakah tidak diperkenankan memohon rezeki harta?

Tentu saja kita diperkenankan untuk memperkaya diri kita dengan harta, uang, pakaian yang mahal juga rumah megah dan peralatan lainnya. Allah tidak melarang umat Islam menjadi kaya raya. Perlu diketahui bahwa menjadi kaya banyak keutamaannya.

Dengan menjadi kaya atau paling tidak memiliki banyak uang, maka kita dapat membantu sesama, bahkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam menjamin surga untuk mereka yang dapat menjaminnya.

مَنْ يَكْفُلُ لِي أَنْ لَا يَسْأَلَ النَّاسَ شَيْئًا وَأَتَكَفَّلُ لَهُ بِالْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang bisa menjaminku untuk tidak meminta-minta suatu kebutuhan apapun kepada seseorang maka aku akan menjamin dengan surga.” [HR. Abu Daud. Sanadnya dishahihkan Imam Nawawi].

Adalah mustahil bagi seseorang untuk dapat menjamin saudaranya apabila dirinya sendiri dalam keadaan kekurangan. Karena itu menjadi kaya merupakan hal yang sewajarnya menjadi tujuan bagi setiap umat Islam.

“Dahulu saya pernah mendengar sebuah kisah mengandung pelajaran yakni dikisahkan seorang yang mati syahid di jalan Allah ketika ingin dimasukan ke dalam Surga dirinya ditanya siapa yang mengajarimu untuk berjihad, si mujahid menjawab guruku, maka malaikat berkata kalau begitu gurumu yang lebih berhak masuk surga terlebih dahulu, kemudian sang guru dipanggil lalu dirinya ditanya kamu belajar agama dari siapa saya mempelajari dari guru dan mendapatkan kitab-kitab agama, lalu malaikat bertanya siapa yang memberimu kitab-kitab itu? Si guru menjawab, orang kaya, maka si malaikat berkata jika begitu maka si orang kaya yang lebih berhak masuk surga terlebih dahulu.” [Ini hanya sebuah kisah bukan fakta, namun kita dapat mengambil pelajaran darinya].

Dengan kelapangan rezeki yang Allah Ta’ala berikan maka kita bisa menafkahkan sebagian kepada mereka yang membutuhkan.

وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

“Dan menafkahkan (mengeluarkan) sebagian rezeki yang dinafkahkan untuk mereka.” [QS. Al-Baqarah: 3].

Karena itulah apabila sekarang ini Allah memberikan begitu banyak rezeki kepada kita, jangan lupakan untuk berbagi kepada yang lain, yakinlah hal itu tidak akan merugikanmu sama sekali.

Kita hadir disaat orang kesusahan kita bayarkan hutang mereka, kita beri mereka modal untuk memulai usaha dan sebagainya, dengan begitu kita telah menjaga amanat rezeki yang Allah Ta’ala berikan.

Dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ , وَأَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ , أَوْ تَكَشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً , أَوْ تَقْضِي عَنْهُ دَيْنًا , أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جُوعًا

“Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia. Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat muslim yang lain bahagia, mengangkat kesusahan dari orang lain, membayarkan hutangnya atau menghilangkan rasa laparnya.” [HR. Thabrani di dalam Al Mu’jam Al Kabir no. 13280, 12: 453. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana disebutkan dalam Shahih Al Jaami’ no. 176].

Namun tunggu dulu! Pastikan bahwa kita mendapatkan rezeki dengan cara yang halal, bukan yang haram. Rezeki yang haram tidak membawa kita kepada keselamatan namun kebinasaan.

Kita dilarang mencari rezeki yang haram bahkan disaat rezeki kita tertunda datangnya, hal ini dijelaskan Jibril Alaihissalam kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam, dalam sebuah hadits berikut ini.

إِنَّ رُوْحَ القُدُسِ نَفَثَ فِي رَوْعِي إِنَّ نَفْسًا لاَ تَمُوْتَ حَتَّى تَسْتَكْمِلَ رِزْقُهَا ، فَاتَّقُوْا اللهَ وَأَجْمِلُوْا فِي الطَّلَبِ ، وَلاَ يَحْمِلَنَّكُمْ اِسْتَبْطَاءَ الرِّزْقُ أَنْ تَطْلُبُوْهُ بِمَعَاصِي اللهَ ؛ فَإِنَّ اللهَ لاَ يُدْرِكُ مَا عِنْدَهُ إِلاَّ بِطَاعَتِهِ

“Sesungguhnya ruh qudus (Jibril), telah membisikkan ke dalam batinku bahwa setiap jiwa tidak akan mati sampai sempurna ajalnya dan dia habiskan semua jatah rezekinya. Karena itu, bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah cara dalam mengais rezeki. Jangan sampai tertundanya rezeki mendorong kalian untuk mencarinya dengan cara bermaksiat kepada Allah. Karena rezeki di sisi Allah tidak akan diperoleh kecuali dengan taat kepada-Nya.” [HR. Musnad Ibnu Abi Syaibah 8: 129 dan Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir 8: 166, hadits shahih. Lihat Silsilah Al-Ahadits As-Shahihah no. 2866].

Dan jangan pernah khawatir pula takut tidak dapat rezeki karena rezeki Allah amat luas dan memang disediakan bagi hamba-hambaNya. Dan rezeki sudah tersedia bagi kita, baik kita usahakan maupun tidak usahakan.

“Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran. Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezeki kepadanya.” [QS. Al-Hijr [15]:19-20].

Oleh karena itulah Allah amat murka kepada mereka yang mencari rezeki dengan cara yang haram, dikarenakan rezeki yang halal begitu amat banyak dan luas.

Doa rezeki lancar dan doa rezeki berlimpah

Dan doa agar murah rezeki merupakan “cara” agar rezeki kita dipercepat dan dimudahkan tidak tertunda. Kita selalu dimudahkan untuk mendapatkan rezeki.

Dan berikut ini adalah kumpulan doa rezeki lancar dan berlimpah yang diajarkan oleh nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam. Silahkan saudara/saudari seiman untuk langsung membacanya.

1. Doa agar diperbanyak harta dan anak

اللَّهُمَّ أكْثِرْ مَالِي، وَوَلَدِي، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أعْطَيْتَنِي وَأطِلْ حَيَاتِي عَلَى طَاعَتِكَ، وَأحْسِنْ عَمَلِي وَاغْفِرْ لِي

Allahumma ak-tsir maalii wa waladii, wa baarik lii fiimaa a’thoitanii wa athil hayaatii ‘ala tho’atik wa ahsin ‘amalii wagh-fir lii.”

Artinya:

“Ya Allah perbanyaklah harta dan anakku serta berkahilah karunia yang Engkau beri. Panjangkanlah umurku dalam ketaatan pada-Mu dan baguskanlah amalku serta ampunilah dosa-dosaku.”

2. Doa murah rezeki dan diampuni

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ، وَارْحَمْنِي ، وَاهْدِني ، وَعَافِني ، وَارْزُقْنِي

Allahummaghfirlii, warhamnii, wahdinii, wa ‘aafinii, warzuqnii.

Artinya:

“Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, berilah petunjuk padaku, selamatkanlah aku (dari berbagai penyakit), dan berikanlah rezeki kepadaku.” [HR. Muslim no. 35, 2697].

3. Doa agar diberi rezeki halal dijauhkan dari yang haram

اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Allahumak-finii bi halaalika ‘an haroomik, wa agh-niniy bi fadhlika ‘amman siwaak.

Artinya:

“Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu.” [HR. Tirmidzi no. 3563. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan].

4. Doa rezeki halal dan amal diterima

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.

Artinya:

“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rizki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).” [HR. Ibnu Majah, no. 925 dan Ahmad 6: 305, 322. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih].

Kesimpulan

Semau doa rezeki lancar yang halal juga berlimpah ini diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam kepada para sahabatnya. Maka kita sebagai umatnya yang diwarisi ajaran ini sudah sepatutnya mengamalkannya.

Insya Allah hajat kita dengan ikhlas dan tulus memohonkannya terlebih lagi dipanjatkannya setelah Shalat Tahajud setiap malamnya atau dipanjatkan saat waktu terbaik untuk berdoa, akan diijabah….Aaamiiin Allahuma Aaamiiin.

Tinggalkan komentar