Kenapa Islam Diturunkan Kepada Bangsa Arab?

KENAPA Islam diturunkan kepada Bangsa Arab untuk pertama kali, bukan kepada bangsa lain, apakah karena bangsa Arab saat itu paling rusak atau sebaliknya, karena kualitasnya paling tepat? Semua dijawab di artikel ini.

Photo of author



WAKTUJAKARTA.COM — Kenapa Islam lahir di Arab, kepada bangsa Arab? Kenapa tidak kepada bangsa lain yang saat itu sudah maju peradabannya? Atau kepada bangsa Yahudi?

Sering saya dengar secara langsung maupun membaca tulisan di internet, perihal kenapa Allah SWT menurunkan Islam kepada bangsa Arab atau Islam lahir di tanah Arab.

Sebagian orang dengan hasil analisanya, menjawab: Islam lahir di Arab dikarenakan bangsa Arab amat buruk kelakuannya.

Kemudian—untuk menguatkan argumen—mereka menyebutkan semua kelakukan bangsa Arab yang mereka anggap buruk. Sungguh lucu jika membaca cara berpikir mereka.

Mereka yang berfikiran seperti itu menganggap, dikarenakan bangsa Arab paling buruk, jahil dan brutal maka Allah SWT menurunkan Islam kepada mereka.
Anggapan ini bagi saya amatlah ceroboh dan berbahaya.

Memang dalam sejarah agama Samawi, agama Tauhid diturunkan untuk membenahi umat yang sesat jalannya. Berpegang pada tradisi inilah mereka meyakini asbab diturunkan Islam karena Arab paling buruk kelakuannya.

Ditambah lagi orang Arab saat itu disebut Jahiliyah-–fakta ini memperkuat imej bahwa Arab memang terburuk—padahal jika mau fair disaat itu bangsa mana yang tidak jahil?

Islam bukan hanya untuk orang Arab

Dan mereka lupa satu hal penting, yakni cakupan Islam yang universal artinya target Islam bukan hanya bangsa Arab, melainkan kepada seluruh bangsa di bumi.

Itu artinya yang ingin dibenahi oleh Tuhan bukan cuma bangsa Arab, melainkan seluruh bangsa di dunia. Jadi yang “buruk” bukan cuma bangsa Arab, melainkan semua bangsa.

Ajaran Islam bukan hanya untuk Arab. Melainkan untuk membenahi seluruh umat manusia.

Berbeda dengan tradisi sebelum Islam, contohnya pada bangsa Yahudi, Allah menurunkan ajaranNya eksklusif untuk bani Israel saja dan tidak diperintahkan untuk menyebarkan kepada bangsa lain (Goyim).

Maka anggapan bahwa diturunkannya ajaran Allah kepada satu kaum, karena kebobrokan (Keburukan, kejahilan, dsbnya) maka lebih tepat di alamatkan kepada bani Israel. Karena memang para Nabi sebelum Nabi Muhammad SAW hanya untuk bani Israel, tidak untuk selainnya.

Namun saya tidak ingin memperpanjang persoalan eksklusifitas diturunkannya para Nabi untuk bani Israel, karena bukan topik itu yang ingin saya kupas. Saya hanya membuat perbandingan nyata saja.

Lalu kenapa Islam diturunkan kepada bangsa Arab?

Mari kita bahas disini.

Pernahkah anda berfikir kenapa Islam dipercayakan kepada bangsa Arab, tepatnya kepada suku Quraisy, yang tinggal di daerah amat tandus, kejam dengan nilai peradaban yang jauh dibawah bangsa-bangsa seperti Romawi dan Persia?

Terlebih lagi ajaran ini di peruntukan untuk umat seluruh dunia, artinya bangsa Arab pada saat itu dibebankan kewajiban amat besar di pundaknya untuk menyebarkan ajaran guna membenahi bangsa-bangsa lain.

Padahal mereka tidak memiliki peradaban tinggi, orangnya hidup berpuak, sering terjadi kekacauan dan perang antar puak. Sulit pula diatur. Namun mereka kelak akan membawa Islam hingga ke Eropa dan seluruh dunia.

Akan tetapi, Allah Percaya kepada mereka

Lalu pertanyaannya mungkinkan, bangsa yang dianggap paling buruk diamanatkan ajaran paling agung oleh Allah SWT?

Sebagai ilustrasi saja, mungkinkan anda akan menitipkan sejumlah uang kepada maling dan rampok? Jawabnya tentu tidak.

Hal ihwal pasti mengenai kenapa Nabi Muhammad SAW diturunkan di Arab, bagi saya dikarenakan beberapa hal.

{1} Arab mungkin paling kompeten untuk menerima ajaran ini dibandingkan bangsa-bangsa lainnya. Dan terbukti mereka mampu mengemban tugas mulia ini, Islam sampai hingga ke kita semua setelah 15 abad diturunkannya.

{2} Terdapat Bait Allah Ka’bah, bisa jadi sebagai salah satu sebab Islam diturunkan kepada bangsa Arab. (Merupakan Bait Allah pertama: sumber Kenapa Islam lahir di Arab: SidoGiri.net).

{3} Orang-orang Arab tetap mengakui Allah SWT. Meski penduduk Arab—secara mayoritas merupakan pagan (penyembah berhala) mereka tetap meyakini bahwa Allah SWT adalah Tuhan semesta alam yang menciptakan mereka.

Dan hal ini teredaksi dalam surat Al Luqman (25):31 sebagai berikut.

“Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” Tentu mereka akan menjawab : “Allah”. Katakanlah: “Segala puji bagi Allah”; tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui”.

Namun mereka—Musyrik Arab—saat itu menggunakan perantara-perantara yang dijadikan “Tuhan-Tuhan kecil” (yakni Latta, Uzza dan Mana) untuk menuju kepada Allah SWT.

Sebagai tambahan

Memegang teguh anggapan bahwa ajaran Islam diturunkan kepada bangsa Arab karena keburukannya, ini merupakan kesalahan fatal dikarenakan orang tersebut secara tidak langsung mengimani bahwa Islam hanya untuk membenahi bangsa Arab—dampaknya juga secara tidak langsung—meyakini bahwa Islam hanya untuk bangsa Arab tidak untuk yang lain.

Ini jelas berseberangan dengan fakta yang ada, dimana Islam diturunkan sebagai bimbingan dan pembenahan untuk seluruh umat manusia di muka bumi—Islam tidak mengenal, kesukuan, ras, usia, jenis kelamin, status sosial dan apapun—tapi Islam untuk semua.

Seperti teredaksi dalam surat Saba’ (34):28.

“Dan Kami tidak mengutusmu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya, sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”

Oleh karenanya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wasallam disebut: Rahmatan Lil Alamin yang artinya sebagai Rahmat untuk seluruh alam—bukan untuk bangsa Arab saja.

Semoga tulisan ini bermanfaat dan membuka wawasan baru….Aamiin Allahumma Aamiin.

Tinggalkan komentar