Khilafatul Muslimin Bukan Organisasi Kecil, Kantornya Ada Di 23 Wilayah

Photo of author



WAKTUJAKARTA.COM, NASIONAL — Menurut keterangan Polda Metro Jaya bahwa organisasi Khilafatul Muslimin tergolong organisasi cukup besar karena memiliki kantor di 23 wilayah di Indonesia.

“Ini organisasi cukup besar, ada 23 kantor wilayah, ada 23 daulah-daulah. Ada di Sumatera, kemudian Jawa, termasuk wilayah timur. Artinya, ini tidak bisa dianggap sederhana,” kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi dalam konferensi pers, Selasa (7/6).

Lebih lanjut Hengki menjelaskan bahwa penangkapan terhadap pimpinan tertinggi sekaligus pendiri Khilafatul Muslimin, Abdul Qadir Hasan Baraja merupakan titik awal bagi pihak kepolisian untuk menyelidiki lebih dalam.

Hengki juga menegaskan menurut penyelidikan telah dilakukan maka didapati kesimpulan bahwa pernyataan pimpinan Khilafatul Muslim yang mendukung Pancasila dan NKRI kontradiktif dengan fakta didapati polisi.

“Faktanya hasil penyelidikan kami dan penyidikan kami, justru ini kontradiktif, justru bertentangan dengan Pancasila,” ujarnya.

Hengki membeberkan bukti ia dapati dari sebuah video dari Khilafatul Muslimin yang mengatakan bahwa Pancasila dan UUD 1945 tidak akan bertahan lama. Oleh karena itulah, penangkapan Hasan Baraja adalah titik awal untuk menyelidiki Khilafatul Muslimin, kata Hengki.

“Demokrasi bisa dilaksanakan apabila dengan senjata, kiai di zaman demokrasi banyak bohong, kemudian Islam tidak ada toleransi. Ini menjadi catatan kami,” ucapnya.

Sebelumnya, polisi menangkap pimpinan tertinggi Khilafatul Muslimin, Abdul Qadir Hasan Baraja di Kota Bandar Lampung, Selasa pagi.

Polisi juga telah menetapkan Baraja sebagai tersangka dan langsung dilakukan penahanan terhadap yang bersangkutan di Rutan Polda Metro Jaya.

Baraja dijerat Pasal 59 ayat 4 Jo Pasal 82 ayat 2 UU Nomor 16 Tahun 2017 tentang Ormas dan Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dengan ancaman pidana minimal 5 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara.

Tinggalkan komentar