3 Tipe Pencari Ilmu Di Masa Milenial

Photo of author



WAKTUJAKARTA.COM — Mari kita berusaha meningkatkan taqwa kita kepada Allah swt. Patuhi perintah-perintah-Nya. Tinggalkan apa yang dilarang Allah atas kita. Mari kita berpegang teguh pada ajaran Islam yang benar. Semoga kita masing-masing dilindungi dari penyimpangan dari jalan yang lurus.

Dalam hidup ini, kita telah mendengar khotbah yang berbicara tentang pentingnya iman dan taqwa. Adalah penting bagi kita untuk terus-menerus saling mengingatkan tentang masalah-masalah yang menyangkut iman. Terutama di negara maju saat ini di mana banyak orang rentan terhadap kekosongan jiwa mereka karena mereka terlalu sibuk mengejar kekayaan materi atau memenuhi tuntutan kehidupan mereka yang membuat mereka sibuk di dunia ini.

Ini adalah fenomena masyarakat industri. Jiwa yang kosong dapat dengan mudah diisi dengan berbagai ide, dan karenanya kita harus berhati-hati tentang sumber pengetahuan Islam yang kita cari. Kita harus memastikan bahwa kita mencari pengetahuan dari sumber yang benar yang dapat mengisi jiwa kita yang kosong.

Iman yang kuat dibangun di atas dasar pengetahuan yang muktabar (benar dan otentik). Kita tahu bahwa dengan pengetahuan, seorang mukmin dapat melanjutkan hidupnya di dunia ini, mematuhi apa yang akan mendapatkan keridhaan Allah untuk mencapai kebahagiaan abadi dan kesuksesan di akhirat. Allah swt berfirman dalam surah As-Saba ‘ayat 6, yang berbicara tentang kelebihan orang terpelajar:

Yang berarti: “Dan orang-orang yang telah diberi pengetahuan melihat bahwa apa yang diwahyukan kepadamu dari Tuhanmu adalah kebenaran, dan itu menuntun ke jalan Yang Mahatinggi Mungkin, Yang Terpuji.

Melalui ayat ini, Allah swt dengan tegas menyatakan bahwa pengetahuan adalah faktor bagi seseorang untuk menerima bimbingan Allah. Melalui pengetahuan kita dapat memperkuat akidah (keyakinan) dan iman kita. Berbekal pengetahuan, seseorang akan dapat menghadapi lautan informasi agama, apakah informasi itu ditemukan dalam buku-buku, publikasi lain atau melalui berbagai situs di Internet, dan dapat membedakan antara kebenaran dan kepalsuan, sumber-sumber otentik dan yang dipertanyakan. Memang, ini adalah peran pengetahuan agama untuk setiap individu.

Namun, dalam mencari ilmu, terutama di zaman sekarang, ada tiga kelompok yang bisa kita identifikasi.

1. Kelompok pertama: Mereka yang menginginkan sesuatu dilakukan dengan cepat.

Kelompok ini terdiri dari individu-individu yang ingin mendapatkan pengetahuan agama dengan cepat. Mereka tidak peduli tentang keaslian informasi yang mereka terima, selama pertanyaan atau pertanyaan mereka dijawab.

Mereka didorong untuk hanya menggunakan Internet dan berbagai aplikasi yang dapat dengan mudah ditemukan saat ini sebagai satu-satunya sumber pengetahuan agama. Kita harus sadar bahwa mereka yang berada dalam kelompok ini mungkin pada akhirnya bingung dan mungkin tersesat dalam antusiasme mereka untuk memahami teks-teks agama.

Tradisi mencari ilmu pada masa Rasulullah saw adalah mencari ilmu dari seseorang yang lebih berpengetahuan. Dengan demikian, ada hubungan aktual antara guru dan murid.

Ini karena penjelasan yang diberikan oleh para ulama tentang berbagai teks keagamaan harus dipertimbangkan dalam upaya kita untuk memahaminya. Ini juga untuk memastikan bahwa kita benar-benar dapat memahami makna di balik teks yang kita jumpai.

2. Kelompok kedua: Mereka ingin mengambil rute yang mudah.

Kelompok ini ingin mengambil rute termudah kepada Allah swt. Mereka juga ingin mengambil jalan pintas dalam mempraktikkan agama dan memenuhi kewajiban mereka. Grup ini dapat dengan mudah mengumbar klaim menyimpang yang “mempromosikan “jalan pintas” untuk mendekatkan seseorang kepada Allah swt. Sebagai contoh: Guru yang mengklaim siapa pun yang mengikutinya akan dijamin surga, atau mereka yang mengklaim bahwa dengan melakukan zikir atau bacaan yang diajarkan oleh kelompoknya, cukup untuk menjadikannya penghuni surga, atau mengklaim bahwa shalat fardhu (shalat lima waktu) tidak wajib bagi pengikutnya.

Ini hanya beberapa contoh dari banyak ajaran yang menyimpang, yang hanya memberikan janji palsu untuk menarik mereka yang kurang pengetahuan tentang Islam.

Kita harus menyadari bahwa tidak ada jalan pintas ke Allah swt. Jika memang ada jalan pintas, itu akan diajarkan kepada kita oleh Nabi Muhammad saw. Namun, Rasulullah saw dan rekan-rekannya menunjukkan kepada kita bahwa jalan menuju Firdaus sering diisi dengan cobaan dan kesengsaraan dan berbagai tantangan dan pengorbanan yang tak terhitung jumlahnya. Rasulullah saw berkata:

Yang berarti: “Api telah dikelilingi oleh nafsu dan keinginan dan Surga oleh kesulitan.” [Hadits diriwayatkan oleh Imam Muslim].

3. Kelompok yang mencari ilmu dengan benar.

Kemudian ada kelompok ketiga, yaitu kelompok yang mencari ilmu dengan cara yang benar, yaitu dengan memperdalam pemahaman mereka tentang pengetahuan Islam. Ini adalah individu-individu yang berusaha untuk mempelajari metodologi atau cara-cara untuk memahami Quran dan Sunnah Rasulullah melihat teks-teks Quran dan teks-teks Sunnah adalah kompleks dan terbuka untuk berbagai interpretasi.

Jadi, di sinilah kita seharusnya tidak hanya mengatakan bahwa kita ingin mengikuti Quran dan Sunnah tetapi juga memahami dan mempelajari bagaimana para ulama memahami Quran dan Sunnah.

Allah telah memberkati orang-orang di kelompok ketiga dengan cinta pengetahuan. Mereka akan selalu berusaha untuk mencapai tingkat pengetahuan yang lebih tinggi.

Sebagai contoh: Jika tahun ini mereka belum dapat membaca Al-Quran, maka mereka akan berusaha untuk mencari ilmu dan belajar sampai mereka dapat membacanya dengan benar dan tidak hanya itu, tetapi juga memahami isi Al-Quran.

Mereka akan berusaha belajar dari ustaz, dan memastikan mereka menjalin hubungan guru-murid dengannya, dan tidak hanya dengan satu ustaz tetapi banyak guru agama lainnya, memahami dan meneliti sumber-sumber pengetahuan dan informasi yang benar.

Kita meminta dari Allah untuk memberikan kita cinta untuk pengetahuan dan mereka yang terpelajar. Dan semoga, kita akan selalu dilindungi oleh Allah dan diberikan bimbingan-Nya yang dapat membantu kita dan keluarga kita. Kita menjaga akidah kita dan memperkuat iman kita. Semoga Allah melindungi umat Islam yang kita cintai ini, untuk berada di jalan Syariah-Nya, seperti yang diajarkan oleh Rasulullah melihat Amin Ya Rabbal ‘Alamin.

Tinggalkan komentar