Menjadikan Al-Quran Sebagai Gaya Hidup Kita

Oleh

DITERBITKAN 7:56 pm Sab Januari 2020

WAKTUJAKARTA.COM — Mari kita tunjukkan takwa kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan segala kesungguhan dan dengan keyakinan penuh kita. Patuhi semua perintah Allah dan hindari apa yang dilarang Allah atas kita dengan menghargai ajaran Al-Quran yang mulia.

Saya yakin bahwa setiap orang dari kita di sini memiliki setidaknya satu salinan Quran. Kita sering diingatkan bahwa Al-Quran adalah pedoman dan kompas bagi kita yang disediakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam surat Al-Isra ‘, ayat 9:

إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا

Yang berarti: “Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.”

Ayat ini menjelaskan bahwa Al Qur’an dikirim sebagai pedoman bagi umat manusia. Jadi, kita harus selalu merefleksikan hubungan kita dengan Alquran. Apakah kita baru-baru ini merujuk pada Al-Quran untuk mencari bimbingan dan bantuan dari Allah untuk menjalani hidup kita? Sudahkah kita merenungkan kisah-kisah dalam Al-Quran dan mempelajari pelajaran yang ditemukan di dalamnya?

Tentu kita tidak ingin Al-Quran hanya menjadi barang pajangan di rumah; atau sebagai hadiah simbolis saat pernikahan. Kita juga tidak ingin ayat-ayat Alquran hanya dibaca ketika ada kematian dalam rumah tangga.

Kita perlu menyadari bahwa Al-Quran adalah yang pertama dan terutama, ditujukan untuk mereka yang masih hidup dan bukan untuk orang mati. Al-Quran bertujuan untuk membimbing umat manusia dalam kehidupan kita sehari-hari. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam pernah memperingatkan kita dalam sebuah hadis:

Yang berarti: “Siapa pun yang menyimpannya (yaitu, Al-Quran) di depannya, maka Al-Quran akan membawanya ke surga. Dan siapapun yang menyimpannya di belakang mereka, itu akan menunjukkan padanya jalan menuju neraka.” [Hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban].

Untuk memastikan bahwa kita menuai manfaat dari Quran, kita harus menjadikannya budaya kita. Ini membutuhkan dua langkah dasar:

Langkah pertama: Belajar membaca Quran

Al-Quran adalah Firman Allah atau Kalamullah, dan itu menjadi bentuk ibadah atau ibadah bagi mereka yang membacanya dan menghidupkan ajaran Al-Quran. Hanya dengan membaca Quran kita dijanjikan pahala dan manfaat! Jadi bayangkan hadiah apa yang menunggu kita jika kita menghargainya, dan menerapkan apa yang diajarkan dalam Al-Quran. Allahu Akbar!

Kapan terakhir kali kita melihat ayat-ayat mulia dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Apakah Quran penangkal yang membantu meredakan kegelisahan kita atau apakah musik di telinga kita?

Dengan kemajuan teknologi saat ini, tidak ada di antara kita yang bisa mengatakan bahwa kita tidak memiliki akses ke Quran. Di masa lalu mungkin sulit untuk membawa mushaf bersama kita setiap saat, dan untuk memastikan bahwa kita berada dalam keadaan wudhu sepanjang waktu, tetapi hari ini banyak dari kita memiliki smartphone yang memiliki berbagai aplikasi Al Quran.

Kita harus memanfaatkan ini sebagai titik untuk belajar dan menuai manfaat dari Al Quran seperti halnya tangan kita hampir tidak bisa jauh dari menggunakan ponsel kita. Kita perlu menjadikan Quran bagian dari gaya hidup kita.

Habiskan waktu dengan Al Quran setiap hari. Jika kita bukan pembaca Quran yang fasih, maka kita harus berusaha untuk mendengarkan pelafalan Al-Quran yang indah, yang sekarang dengan mudah tersedia di YouTube dan berbagai aplikasi dan situs web lainnya.

Mulailah hari kita dengan pembacaan ayat-ayat Alquran yang merdu. Terapkan hal yang sama untuk keluarga kita. Sebagai contoh, selama liburan sekolah, kita dapat mengadakan acara Quran untuk anak-anak kita, agar mereka membaca Quran setiap hari, sesuai kecepatan mereka dan memastikan bahwa mereka tidak bosan.

Dalam perjalanan ke tujuan liburan, pastikan bahwa bacaan Al-Quran adalah bagian dari daftar putar audio saat berada di dalam mobil. Ini akan memberi sinyal kepada anak-anak kita bahwa Al-Quran bukan buku yang membosankan atau hanya dibaca di acara-acara resmi. Oleh karenanya jadikan Al-Quran adalah bagian dari kehidupan keluarga kita ketika kita sedang berlibur dan ketika kita santai,

Ada sebuah hadits Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam yang artinya: “Siapa pun yang membaca Al-Qur’an dan bertindak berdasarkan apa yang terkandung di dalamnya, orang tuanya akan dipaksa mengenakan mahkota pada hari kiamat. Kecerahannya akan mengungguli matahari yang menerangi rumah-rumah duniawi Anda. Jadi, bagaimana menurut Anda (situasinya) tentang orang yang bertindak sendiri terhadapnya? ”[Hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud].

Subhanallah! Lihat saja betapa mulianya dan betapa besar kehormatan yang Allah berikan kepada orang tua yang bekerja keras untuk mendidik anak-anak mereka agar dekat dan mencintai Al-Quran. Nabi telah memberikan gambaran hadiah Allah bagi orang tua mereka yang akan diperlakukan seperti tamu Allah; bayangkan saja betapa besar ganjarannya bagi anak yang menerapkan pelajaran dari Al-Quran.

Jika kita melihat kenyataan hidup, kita akan menemukan bahwa banyak waktu dan energi kita dihabiskan untuk bekerja. Karena itu, kita harus menyediakan waktu untuk membaca Al-Quran bersama keluarga kita. Jangan biarkan keluarga kita dan anak-anak kita menyimpang dari Al-Qur’an karena itu adalah sumber barakah. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam berkata dalam sebuah hadits yang berarti:

“Tingkatkan pembacaan Quran. Memang sebuah rumah yang tidak membaca Quran tidak akan memiliki banyak kebaikan, dan lebih banyak kejahatan dan akan menjadi sempit dan akan membebani penduduk. ” [Hadis yang diriwayatkan oleh Al-Daruqutni].

Langkah kedua: Menyadari pentingnya Al Qur’an

Langkah kedua setelah membiasakan untuk membaca Al-Quran adalah dengan menyadari pentingnya menerapkan pelajaran dari Al-Quran.

Dalam hadits yang dibagikan sebelumnya, Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda: “… Siapa saja yang membaca Al-Quran dan menerapkan apa yang ada di dalamnya”. Oleh karena itu, di antara kebajikan seorang Muslim yang berkomitmen untuk menjadikan Al-Quran sebagai pedomannya, adalah bahwa ia akan berusaha memahami makna yang tersimpan dalam ayat-ayat Al-Quran.

Namun, bagi kita untuk menerapkan Al-Quran dengan baik, kita perlu tahu bagaimana memahami pelajaran dalam Al-Quran. Kita perlu memahami kisah-kisah dalam Alquran, tema utama dalam Alquran yang terkait dengan kehidupan kita sehari-hari dan keluarga kita.

Imam Ibnu Katsir, dalam buku tafsirnya, mencatat praktik yang diriwayatkan oleh Sayyidina Usman bin Affan dan Abdullah ibn Mas’ud: Ketika para sahabat mempelajari Al-Quran dari apa yang mereka lihat dari Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam, mereka hanya akan belajar sepuluh ayat saja. Mereka tidak akan beralih ke sepuluh ayat berikutnya sampai mereka telah belajar, memahami dan menerapkan pelajaran dari ayat-ayat itu.

Mari kita gunakan kesempatan ini untuk memotivasi dan menginspirasi diri kita sendiri untuk belajar membaca Al-Quran dan menghargai isinya lalu menerapkan apa yang diajarkannya.

Hadiri kelas-kelas yang mengajarkan bacaan Al-Quran dan kelas-kelas yang bertujuan membantu kita memahami Al-Quran, yang dilakukan oleh berbagai masjid sepanjang tahun.

Pastikan anak-anak kita menerima pendidikan Al-Quran secara benar dan lengkap. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala meridhoi upaya kita dan menjadikan Al-Quran sebagai perhiasan dan milik keluarga kita, dan pada saat yang sama menjadi sumber bagi kita untuk mendapatkan kesenangan dan barakah-Nya di dunia ini dan di akhirat. Maka kini adalah saatnya menjadikan Al Qur’an sebagai gaya hidup kita. Dan semoga kita istiqomah untuk menjalankannya….Aamiin Allahumma Aamiin.

Tinggalkan komentar