Apa Itu PDB (Produk Domestik Bruto): Tujuan, Dan Rumus Menghitung PDB

PDB (produk domestik bruto) adalah ukuran standar nilai tambah yang diciptakan melalui produksi barang dan jasa di suatu negara selama periode tertentu. Dengan demikian, ini juga mengukur pendapatan yang diperoleh dari produksi itu, atau jumlah total yang dibelanjakan untuk barang dan jasa akhir (dikurangi impor).

Oleh

DITERBITKAN 11:44 am Sen Juli 2021

EKONOMI, WAKTUJAKARTA.COM — PDB adalah singkatan dari “Produk Domestik Bruto” atau “Gross Domestc Bruto (GDP)” yang mewakili nilai moneter total dari semua barang dan jasa akhir yang diproduksi (dan dijual di pasar) dalam suatu negara selama periode waktu tertentu (biasanya 1 tahun).

Jadi PDB adalah total nilai pasar barang dan jasa yang dihasilkan oleh perekonomian suatu negara selama periode waktu tertentu. PDB mencakup semua barang dan jasa akhir—yaitu, yang diproduksi oleh agen ekonomi yang berlokasi di negara itu terlepas dari kewarga negaraannya dan yang tidak dijual kembali dalam bentuk apa pun. Ini digunakan di seluruh dunia sebagai ukuran utama output dan kegiatan ekonomi.

Tujuan

PDB adalah ukuran kegiatan ekonomi yang paling umum digunakan.

Sejarah

Konsep dasar pertama PDB ditemukan pada akhir abad ke-18. Konsep modern dikembangkan oleh ekonom Amerika Simon Kuznets pada tahun 1934 dan diadopsi sebagai ukuran utama perekonomian suatu negara pada konferensi Bretton Woods pada tahun 1944.

Apa yang dimaksud dengan “Bruto”?

“Bruto” (dalam ” Produk Domestik Bruto”) menunjukkan bahwa produk dihitung terlepas dari penggunaan selanjutnya. Suatu produk dapat digunakan untuk konsumsi, untuk investasi, atau untuk menggantikan suatu aset. Dalam semua kasus, “tanda terima penjualan” akhir produk akan ditambahkan ke angka PDB total.

Sebaliknya, “Net” tidak memperhitungkan produk yang digunakan untuk mengganti aset (untuk mengimbangi depresiasi). “Net” hanya menunjukkan produk yang digunakan untuk konsumsi atau investasi.

Apa singkatan dari “Domestik”? (GDP vs. GNP dan GNI)

Domestik (PDB)

“Domestik” (dalam “Produk Domestik Bruto”) menunjukkan bahwa kriteria inklusi adalah geografis: barang dan jasa yang dihitung adalah yang diproduksi di dalam suatu negara, terlepas dari kebangsaan produsennya. Misalnya, produksi pabrik milik Amerika di Indonesia akan dihitung sebagai bagian dari PDB Indonesia.

Nasional (GNP)

Sebaliknya, “Nasional” (dalam “Produk Nasional Bruto”) menunjukkan bahwa kriteria inklusi didasarkan pada kewarganegaraan (kebangsaan): barang dan jasa dihitung ketika diproduksi oleh warga negara negara tersebut, di mana pun produksinya. fisik berlangsung.

Dalam contoh, produksi pabrik milik Indonesia di Amerika Serikat akan dihitung sebagai bagian dari GNP (Produk Nasional Bruto) Indonesia dan akan dihitung sebagai bagian dari PDB Amerika Serikat.

GNI

Pendapatan Nasional Bruto atau Gross National Income (GNI) adalah metrik yang mirip dengan GNP, karena keduanya didasarkan pada kebangsaan dan bukan geografi.

Bedanya, ketika menghitung nilai total, GNI menggunakan pendekatan pendapatan sedangkan GNP menggunakan pendekatan produksi untuk menghitung Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Baik GNP dan GNI secara teoritis harus menghasilkan hasil yang sama.

Apa singkatan dari “Produk”?

“Produk” (dalam “Produk Domestik Bruto”) adalah singkatan dari produksi, atau output ekonomi, dari barang dan jasa akhir yang dijual di pasar.

Yang termasuk dalam PDB:

  • Akhir barang dan jasa yang dijual untuk uang. Hanya penjualan barang jadi yang dihitung, karena transaksi mengenai barang yang digunakan untuk membuat barang jadi (misalnya, pembelian kayu yang digunakan untuk membuat kursi) sudah termasuk dalam nilai total barang akhir (harga di mana kursi tersebut dibuat). Terjual).

Tidak termasuk dalam PDB:

    • pekerjaan tidak dibayar: pekerjaan yang dilakukan dalam keluarga, pekerjaan sukarela, dll.
    • pekerjaan dengan kompensasi non-moneter
    • barang yang tidak diproduksi untuk dijual di pasar
    • barang dan jasa yang dibarter
    • pasar gelap
    • kegiatan ilegal
    • transfer pembayaran
    • penjualan barang bekas
    • barang dan jasa setengah jadi yang digunakan untuk memproduksi barang dan jasa akhir lainnya

PDB Nominal (Saat Ini) vs PDB Riil (Konstan)

PDB Nominal (atau “PDB Saat Ini”) = nilai nominal output, tanpa penyesuaian inflasi

PDB Riil (atau “PDB Konstan”) = nilai output yang disesuaikan dengan inflasi atau deflasi. Ini memungkinkan kita untuk menentukan apakah nilai output telah berubah karena lebih banyak diproduksi atau hanya karena harga telah meningkat. PDB riil digunakan untuk menghitung pertumbuhan PDB.

Bagaimana menghitung PDB

PDB dapat dihitung dengan tiga cara: menggunakan pendekatan produksi, pengeluaran, atau pendapatan. Semua metode harus memberikan hasil yang sama.

  • Pendekatan produksi : jumlah “nilai tambah” (total penjualan dikurangi nilai input antara) pada setiap tahap produksi.
  • Pendekatan pengeluaran: jumlah pembelian yang dilakukan oleh pengguna akhir.
  • Pendekatan pendapatan : jumlah pendapatan yang dihasilkan oleh subyek produksi.

Formula PDB

Rumus untuk menghitung PDB dengan pendekatan pengeluaran adalah sebagai berikut:

PDB = konsumsi swasta + investasi swasta bruto + investasi pemerintah + pengeluaran pemerintah + (ekspor – impor).

atau, dinyatakan dalam rumus:

PDB = C + I + G + (X – M)

Keterangan:

C = Belanja konsumsi

I = Investasi bisnis (perlengkapan modal, persediaan)

G = Pembelian Pemerintah

X = Ekspor

M = Impor

PDB biasanya dihitung oleh badan statistik nasional negara mengikuti standar internasional. Di Indonesia, PDB diukur oleh Badan Pusat Statistik (BPS)  merupakan lembaga pemerintah non-kementrian UU Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus dan UU Nomer 7 Tahun 1960 tentang Statistik.

Standar internasional untuk mengukur PDB tertuang dalam Sistem Neraca Nasional, yang disusun pada tahun 1993 oleh Dana Moneter Internasional (IMF), Komisi Eropa, Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan ( OECD ), Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan Bank Dunia.

Tingkat Pertumbuhan PDB

Tingkat pertumbuhan PDB mengukur persentase perubahan PDB riil (PDB yang disesuaikan dengan inflasi) dari satu periode ke periode lainnya, biasanya sebagai perbandingan antara kuartal atau tahun terakhir dan yang sebelumnya.

Ini bisa berupa angka positif atau negatif (tingkat pertumbuhan negatif, menunjukkan kontraksi ekonomi).

PDB per kapita

PDB per kapita dihitung dengan membagi PDB nominal dengan jumlah penduduk suatu negara. Ini mengungkapkan output ekonomi rata-rata (atau pendapatan) per orang di negara tersebut.

Jumlah penduduk adalah rata-rata (atau pertengahan tahun) penduduk untuk tahun yang sama dengan angka PDB.

Tinggalkan komentar