Pengertian Inflasi, Rumus, Dan Penyebab Terjadi Inflasi

Kembali pada tahun 2000, Anda dapat membeli satu liter beras hanya dengan harga Rp 5.000 dan sekarang harganya sekitar Rp 11.000.

Pernahkah Anda bertanya-tanya kenapa harga beras bisa berubah dari Rp 5.000 menjadi Rp 11.000 di masa sekarang? Jawabannya adalah Inflasi.

Apa itu Inflasi?

Menurut definisi, “Inflasi adalah tingkat di mana harga barang dan jasa meningkat dan, sebaliknya, daya beli mata uang turun”.

Inflasi menyiratkan bahwa ketika harga barang dan jasa naik, mata uang akan kehilangan nilainya karena hanya mampu membeli lebih sedikit barang di masa sekarang, dibanding sebelumnya. Untuk negara mana pun, Inflasi merupakan faktor perubahan utama bagi pertumbuhan ekonomi mereka. Tiga hal yang mempengaruhi inflasi adalah permintaan, penawaran dan ekspektasi barang.

Masalah dengan mencetak uang

Anda mungkin bertanya-tanya apa yang akan terjadi jika Pemerintah mencetak banyak uang dalam upaya memecahkan masalah uang, tetapi inilah masalahnya: peningkatan pasokan uang adalah akar penyebab inflasi.

Mari saya jelaskan hal ini dengan sebuah contoh. Kembali di masa lalu, orang menggunakan koin perak dalam pertukaran barang. Pemerintah kemudian mengumpulkan semua koin perak dan mencairkannya, dan juga mencampur logam lain seperti tembaga atau timah untuk menghasilkan lebih banyak koin dengan nilai nominal yang sama (nilai awal). Dengan menipiskan perak, pemerintah menghasilkan lebih banyak koin tanpa menambah jumlah perak. Pendekatan ini memungkinkan pemerintah untuk mendapatkan keuntungan karena sekarang biaya untuk membuat setiap koin diturunkan sementara nilainya tetap sama. Praktik ini meningkatkan jumlah uang beredar sekaligus mengurangi nilai setiap koin, yang mengakibatkan konsumen diharuskan memberikan lebih banyak koin untuk ditukar dengan barang dan jasa yang sama seperti sebelumnya. Dalam skenario saat ini,

Rumus Inflasi

Tingkat inflasi = (CPI X+1 -CPI X )/ CPI X

CPI X+1  = indeks harga konsumen untuk periode X+1 yang diberikan

CPI X  = indeks harga konsumen untuk periode waktu X

X   = waktu

Rumus indeks harga konsumen

IHK t = (C t /C 0 )* 100

CPI  = indeks harga konsumen pada periode berjalan

t = biaya keranjang pasar pada periode berjalan

0 = biaya keranjang pasar pada periode dasar

Tingkat inflasi

Sesuai dengan namanya, itu adalah persentase kenaikan dan penurunan harga barang dan jasa selama periode tertentu, umumnya satu bulan atau satu tahun.

Misalnya, jika tingkat inflasi untuk satu galon minyak mentah adalah 4% per tahun, maka harga minyak mentah akan naik 4% di tahun berikutnya. Itu berarti jika seandainya, satu galon harga minyak mentah adalah $3 tahun ini. biayanya $3,12 tahun depan.

Contoh Harga Kopi Mengalami Harga Inflasi
Contoh Harga Kopi Mengalami Harga Inflasi

Dampak inflasi terhadap harga kopi

Menurut kalkulator inflasi ini, $100 pada tahun 2000 bernilai $153 pada tahun 2020 yang menyiratkan tingkat inflasi rata-rata 2,15% dan inflasi kumulatif 52,96%, akan bernilai $196 pada tahun 2030 jika kita menggunakan tingkat inflasi 2,50% dari 2021-30.

Tinggalkan komentar