Tata Cara Shalat Rawatib, Niat, Waktu Pelaksanaanya Dan Jumlah Rakaatnya

Photo of author



WAKTUJAKARTA.COM — Ini adalah tata cara dan waktu melaksanakan Shalat Rawatib, beserta jumlah rakaat dan dalil mengerjakan Rawatib. Shalat Rawatib yang lazim dan populer dikenal dengan Shalat Qobliyah dan Ba’diyah yang dikerjakan ada yang sebelum dan setelah Shalat Fardhu setiap harinya.

Salah satu dari sekian nikmat Allah Ta’ala yang tak terhingga banyaknya ialah Allah menghadiahi kepada kita ibadah shalat Sunnah—sebagai nafilah (Tambahan) Sholat Fardhu—agar kita sebagai hambaNya selalu mengingat dan taat terhadap perintahNya.

Diantara sekian Sholat Sunnah yang Allah Azza Wa Jalla berikan dan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam ajarkan kepada umatnya ialah Shalat Sunnah Rawatib.

Arti Rawatib

Arti dari Rawatib, ialah Shalat Sunnah yang ditunaikan (Secara tetap) saat sebelum dan setelah melaksanakan Shalat wajib atau shalat Fardhu disebut sebagai Shalat Sunnah Rawatib.

Waktu mengerjakan Shalat Rawatib

Adapun waktu pelaksanaan Shalat Rawatib adalah sebagai berikut: Sholat Sunnah Rawatib merupakan shalat yang dikerjakan sebelum dan setelah menunaikan Shalat Fardhu. Jika Sholat Rawatib dikerjakan sebelum Shalat Fardhu maka disebut Qabliyah jika dikerjakan setelahnya maka disebut Ba’diyah.

Berdasarkan al-Hadits:

Ibnu Qudamah berkata: “Setiap sunnah rawatib qobliyah maka waktunya dimulai dari masuknya waktu shalat fardhu hingga shalat fardhu dikerjakan, dan shalat rawatib ba’diyah maka waktunya dimulai dari selesainya shalat fardhu hingga berakhirnya waktu shalat fardhu tersebut “. (Al-Mughni 2/544).

Jumlah Rakaat Shalat Rawatib

Untuk jumlah rakaat dalam pelaksanaan Shalat Rawatib adalah berbeda-beda tergantung waktu pelaksanaannya—dilaksanakan saat Sholat Fardhu yang mana dan saat setelah (Ba’diyah) atau sebelumnya (Qabliyah).

Untuk lebih jelasnya silahkan melihat tabel berikut. Untuk mempelajari lebih mudah.

  • Shalat sunah rawatib sebelum zuhur 4 rakaat.
  • Shalat sunah rawatib setelah Zuhur 4 rakaat.
  • Shalat sunah rawatib sebelum shalat Ashar 4 rakaat.
  • Shalat sunah rawatib sebelum Magrib 2 rakaat.
  • Shalat sunah rawatib setelah magrib 2 rakaat.
  • Shalat sunah rawatib setelah Isya 2 rakaat.
  • Shalat sunah rawatib sesudah Isya 2 rakaat.
  • Shalat sunah rawatib sebelum Subuh 2 rakaat.

Aturan mengerjakan Shalat Rawatib 4 rakaat

Bagi Shalat Rawatib yang dikerjakan sebanyak 4 rakaat maka harus dengan dua salam.

Dalil mengerjakan Shalat Rawatib

Setiap ibadah Shalat musti berdasar (Berdalil) jika tanpa dalil—berupa al-Quran dan as-Sunnah—maka haram hukumnya untuk dikerjakan.

Sedangkan pada ibadah Shalat Rawatib kita dapat temui sejumlah dalil sebagai landasan hukum valid untuk mengerjakan ibadah penuh berkah ini.

Patokan dalil mengerjakan Shalat Sunnah Rawatib adalah sebagai berikut:

Dari Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma dia berkata: “Aku menghafal sesuatu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berupa shalat sunnah sepuluh rakaat yaitu; dua rakaat sebelum shalat zuhur, dua rakaat sesudahnya, dua rakaat sesudah shalat maghrib di rumah beliau, dua rakaat sesudah shalat isya’ di rumah beliau, dan dua rakaat sebelum shalat subuh.” (HR. Al-Bukhari no. 937, 1165, 1173, 1180 dan Muslim no. 729).

Dari Abdullah bin Mughaffal Al Muzani dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:“Di antara setiap dua adzan (azan dan iqamah) itu ada shalat (sunnah).” Beliau mengulanginya hingga tiga kali. Dan pada kali yang ketiga beliau bersabda, “Bagi siapa saja yang mau mengerjakannya.” (HR. Al-Bukhari no. 588 dan Muslim no. 1384).

Dari Aisyah radhiyallahu anha, dia berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah meninggalkan shalat sunnah empat rakaat sebelum zuhur dan dua rakaat sebelum shalat subuh”. (HR. Al-Bukhari no. 1183).

Niat Shalat Sunnah Rawatib

Adapun niat yang dibaca ketika ingin memulai Shalat Rawatib tergantung dari waktu pelaksanaannya yakni jika Qabliyah atau Ba’diyah dari Shalat Fardhu.

Niat Shalat Rawatib sebelum Shalat Subuh adalah sebagai berikut

اُصَلِّى سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ   ِللهِ تَعَالَى

Latin: Usholli Sunnatash Subhi Rok’ataini Qobliyatan Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala.

Artinya:

“Aku niat shalat Sunnah sebelum Subuh 2 rakaat, menghadap Kiblat karena Allah Ta’ala.”

Niat Shalat Rawatib Qobliyah dan Ba’diyah Dhuhur

Adapun niat shalat Rawatib Qobliyah dan Ba’diyah Dhuhur adalah sebagai berikut.

A. Qobliyah Dzuhur (2 Raka’at).

اُصَلِّى سُنَّةً الظُّهْرِرَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Usholli Sunatta Dhuhri Rok’ataini Qobliyatan Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala.

Artinya :

“Aku niat shalat Sunnah sebelum Dzuhur 2 rakaat, menghadap Kiblat karena Allah Ta’ala.”

B. Ba’diyyah Dzuhur (2 Raka’at).

اُصَلِّى سُنَّةً الظُّهْرِرَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

“Usholli Sunnata Dhuhri Rok’ataini Ba’diyah Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala.”

Artinya :

“Aku niat shalat Sunnah setelah Dhuhur 2 rakaat, menghadap Kiblat karena Allah Ta’ala.”

Niat Sholat Rawatib Ba’diyah Maghrib (2 Raka’at)

اُصَلِّى سُنَّةً الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

“Ushalli Sunnatal Maghribi Rok’ataini Ba’diyah Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala.”

Artinya :

“Aku niat shalat Sunnah setelah Maghrib 2 rakaat, menghadap Kiblat karena Allah Ta’ala.”

Niat Sholat Rawatib Ba’diyah ‘Isya (2 Raka’at)

اُصَلِّى سُنَّةً الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Latin: “Usholli Sunnatal Isyaa’i Rok’ataini Ba’diyatta Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala.”

Artinya :

“Aku niat shalat Sunnah setelah Isya’ 2 rakaat, menghadap Kiblat karena Allah Ta’ala.”

Bacaan Surat al-Qur’an dibaca saat Shalat Rawatib

A. Waktu Subuh

Untuk Shalat Rawatib Qobliyah Subuh maka membaca:

  • al-Kafirun.
  • al-Ikhlas.

Ini berdasarkan al-Hadis riwayat Abu Hurairah Radiyallahu ‘Anhu.

“Bahwasanya Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam pada shalat sunnah sebelum subuh membaca surat Al Kafirun dan surat Al Ikhlas.” [HR. Muslim no. 726].

Adapula pada riwayat lain yang di utarakan oleh Sa’id bin Yasar Radiyallahu Anhu adalah Surat:

  • al-Baqarah:136.
  • ali Imron: 52.

Rujukan haditsnya adalah sebagai berikut:

“Kemudian dari Sa’id bin Yasar yang mengatakan kepada Ibnu Abbas bahwa: “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada shalat sunnah sebelum subuh di rakaat pertamanya membaca Al-Baqarah: 136 dan di rakaat keduanya membaca Ali Imron: 52.” [HR. Muslim no. 727]

B. Waktu Maghrib

Sedangkan pada Ba’diyah Maghrib membaca surat berikut ini:

  • al-Kafirun.
  • al-Ikhlas.

Rujukan dari Hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu:
“Saya sering mendengar Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam ketika beliau membaca surat pada shalat sunnah sesudah maghrib: Surat Al Kafirun dan surat Al Ikhlas.” [HR. At-Tirmidzi no. 431, Ibnu Majah no. 1166].

Cara mengerjakan Sholat Rawatib

Adapun mengenai tata cara Sholat Rawatib adalah sebagai berikut.

A. Rakaat pertama

1. Membaca Niat dalam hati (Tidak wajib)

2. Melakukan takbiratul ihram, diikuti dengan doa iftitah.

3. Membaca Al-Fatihah.

4. Membaca Surat Al-Qur’an, disunnahkan surat panjang.

5. Lalu Rukuk dengan tumaninah dan membaca “Subhaana rabbiyal ‘adhiimi wabihamdihi. (Artinya: Mahasuci Tuhanku yang Mahaagung dan segala puji bagi-Nya.)” 3x.

6. Rukuk dengan tumaninah dan membaca Subhaana rabbiyal ‘adhiimi wabihamdihi. (Artinya: Mahasuci Tuhanku yang Mahaagung dan segala puji bagi-Nya.) 3x.

7. Setelah rukuk, berdiri mengucap “Sami’allahu liman hamidah” Dan lalu baca “Robbanaa lakal hamdu mil us samawaati wamil ul ardhi wamil u maa syi’ta min syain ba’du.” Artinya: “Ya Allah tuhan kami, bagimu segala puji sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh sesuatu yang engkau kehendaki sesudah itu.””

8. Setelah rukuk, berdiri sembari mengucap “Sami’allahu liman hamidah” Dan lalu baca “Robbanaa lakal hamdu mil us samawaati wamil ul ardhi wamil u maa syi’ta min syain ba’du.” Artinya: “Ya Allah tuhan kami, bagimu segala puji sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh sesuatu yang engkau kehendaki sesudah itu.”

9. Sujud sembari membaca “Subhaana rabbiyal a’la wa bihamdihi (3x).” Artinya: “Maha Suci Rabb-ku Yang Maha Tinggi, dan memujilah aku kepada-Nya.”

10. Lalu sujud sembari membaca “Subhaana rabbiyal a’la wa bihamdihi (3x).” Artinya: “Maha Suci Rabb-ku Yang Maha Tinggi, dan memujilah aku kepada-Nya.”

11. Lalu duduk diantara dua sujjud dan membaca “Robbi Firli warhamni wajburni warfa’ni warzuqni Wahdini wa’afini wa’fu’anni”​ artinya: “Ya Allah ampunilah dosaku,Kasihani aku,tutuplah aibku,angkat derajatku,beri aku rezeki,tunjukanlah aku,sehatkan diriku dan ampunilah aku.”

12. Sujud sembari membaca “Subhaana rabbiyal a’la wa bihamdihi (3x).” Artinya: “Maha Suci Rabb-ku Yang Maha Tinggi, dan memujilah aku kepada-Nya.”

13. Lalu berdiri sembari takbir “Allahu Akbar.”

B. Rakaat Kedua

1. Membaca Al-Fatihah.

2. Membaca Surat Al-Qur’an, disunnahkan surat panjang.

3. Lalu Rukuk dengan tumaninah dan membaca “Subhaana rabbiyal ‘adhiimi wabihamdihi. (Artinya: Mahasuci Tuhanku yang Mahaagung dan segala puji bagi-Nya.)” 3x.

4. Rukuk dengan tumaninah dan membaca Subhaana rabbiyal ‘adhiimi wabihamdihi. (Artinya: Mahasuci Tuhanku yang Mahaagung dan segala puji bagi-Nya.) 3x.

5. Setelah rukuk, berdiri mengucap “Sami’allahu liman hamidah” Dan lalu baca “Robbanaa lakal hamdu mil us samawaati wamil ul ardhi wamil u maa syi’ta min syain ba’du.” Artinya: “Ya Allah tuhan kami, bagimu segala puji sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh sesuatu yang engkau kehendaki sesudah itu.””

6. Setelah rukuk, berdiri sembari mengucap “Sami’allahu liman hamidah” Dan lalu baca “Robbanaa lakal hamdu mil us samawaati wamil ul ardhi wamil u maa syi’ta min syain ba’du.” Artinya: “Ya Allah tuhan kami, bagimu segala puji sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh sesuatu yang engkau kehendaki sesudah itu.”

7. Sujud sembari membaca “Subhaana rabbiyal a’la wa bihamdihi (3x).” Artinya: “Maha Suci Rabb-ku Yang Maha Tinggi, dan memujilah aku kepada-Nya.”

8. Lalu sujud sembari membaca “Subhaana rabbiyal a’la wa bihamdihi (3x).” Artinya: “Maha Suci Rabb-ku Yang Maha Tinggi, dan memujilah aku kepada-Nya.”

9. Lalu duduk diantara dua sujjud dan membaca “Robbi Firli warhamni wajburni warfa’ni warzuqni Wahdini wa’afini wa’fu’anni”​ artinya: “Ya Allah ampunilah dosaku,Kasihani aku,tutuplah aibku,angkat derajatku,beri aku rezeki,tunjukanlah aku,sehatkan diriku dan ampunilah aku.”

10. Sujud sembari membaca “Subhaana rabbiyal a’la wa bihamdihi (3x).” Artinya: “Maha Suci Rabb-ku Yang Maha Tinggi, dan memujilah aku kepada-Nya.”

11. Lalu duduk dan membaca tahiyat akhir.

Bagi yang Rawatib 4 rakaat maka sambung ke rakaat 3 dan 4 kemudian tahiyat akhir.

Fadilah dan keutamaan melaksanakan Shalat Rawatib

Tentu dengan memberikan anjuran untuk melaksanakan sebuah ibadah sunnah pasti terdapat banyak keutamaan dan fadhilah dari Shalat Rawatib ini. Berikut adalah sejumlah al-Hadis menjelaskan keutamaan yang didapatkan jika mengerjakan Shalat Sunnah ini:

Aisyah radhiyallahu ‘anha telah meriwayatkan sebuah hadits tentang shalat sunnah rawatib sebelum (qobliyah) subuh, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda, “Dua rakaat sebelum subuh lebih baik dari dunia dan seisinya“. Dalam riwayat yang lain, “Dua rakaat sebelum subuh lebih aku cintai daripada dunia seisinya.” [HR. Muslim no. 725].

At-Tirmidzi dan An-Nasa’i meriwayatkan hadits yang mengatakan bahwa, dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata: Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa tidak meninggalkan dua belas (12) rakaat pada shalat sunnah rawatib, maka Allah akan bangunkan baginya rumah di surga…” [HR. At-Tirmidzi no. 414, An-Nasa’i no. 1794].

Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha telah meriwayatkan tentang keutamaan rawatib dzuhur. Dia berkata, saya mendengar Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang menjaga (shalat) empat rakaat sebelum zhuhur dan empat rakaat sesudahnya, Allah haramkan baginya api neraka“. [HR. Ahmad 6/325, Abu Dawud no. 1269, At-Tirmidzi no. 428, An-Nasa’i no. 1814, Ibnu Majah no. 1160].

Itulah mengenai tata cara Shalat Rawatib beserta keutamaan, jumlah rakaat shalat Rawatib, dalil dan niat Shalat Rawatib semoga kita semua memperoleh manfaatnya. Dan mari kita amalkan Sholat Sunnah ini setiap saat karena jika kita mengaku umatnya Nabi maka kita ikuti sunnah-sunnahnya.

Allahu A’lam Bishawab.

Tinggalkan komentar