Kumpulan Nama Shalat Sunnah

SHALAT Sunnah sebagai Nafilah (Tambahan) ibadah selain Shalat Wajib, yang juga memiliki waktu dan aturan seperti halnya Shalat Wajib. Disini kami informasikan nama-nama Shalat Sunnah beserta dalil dan waktu melaksanakannya.

Photo of author



WAKTUJAKARTA.COM — Berikut adalah shalat Sunnah sebagai penambah (Nafilah) selain kita mengerjakan ibadah Fardhu. Insya Allah bermanfaat.

Shalat Sunnah Nafilah sangat bermanfaat pula penting. Dan termasuk shalat Sunnah dimana setiap yang mengerjakannya akan mendapat pahala dunia dan akhirat.

Karena dianggap “Sunnah” maka seringkali kita melalaikannya, padahal perkara Sunnah amat besar manfaatnya terlebih lagi jika kita menganggap diri kita sebagai pengikut Nabi Shallallahu Alaihi Wa Ali Wassallam, maka Sunnah yang dilakukan Nabi selazimnya kita lakukan dan pegang teguh.

Dan keberadaan shalat Nafilah seharusnya kita anggap sebagai “Hadiah” dari Allah Azza Wa Jalla untuk membantu kita untuk urusan dunia dan akhirat.

Arti dari Nafilah

Nafilah secara bahasa berarti Tambahan, dalam kaitan ibadah ialah sebagai tambahan selain shalat Fardhu.

Keutamaan shalat Nafilah

al-Hadis berikut menjelaskan mengenai keutamaan shalat sunnah Nafilah yang seringkali kita lalaikan karena dianggap “bukan merupakan shalat Fardhu atau shalat wajib“.

كُنْتُ أَبِيتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَتَيْتُهُ بِوَضُوئِهِ وَحَاجَتِهِ فَقَالَ لِي سَلْ فَقُلْتُ أَسْأَلُكَ مُرَافَقَتَكَ فِي الْجَنَّةِ قَالَ أَوْ غَيْرَ ذَلِكَ قُلْتُ هُوَ ذَاكَ قَالَ فَأَعِنِّي عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ

“Saya pernah bermalam bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu aku membawakan air wudhunya dan air untuk hajatnya. Maka beliau berkata kepadaku, “Mintalah kepadaku.” Maka aku berkata, “Aku hanya meminta agar aku bisa menjadi teman dekatmu di surga.” Beliau bertanya lagi, “Adakah permintaan yang lain?” Aku menjawab, “Tidak, itu saja.” Maka beliau menjawab, “Bantulah aku untuk mewujudkan keinginanmu dengan banyak melakukan sujud.” [memperbanyak shalat).” (HR. Muslim no. 489].

Kumpulan sholat Sunnah

Kami telah mengumpulkan shalat Nafilah yang dapat anda kerjakan sebagai penambah shalat Fardhu anda. Inilah shalat sunnah Nafilah:

1. Shalat Syuruq

Dalil mengerjakan Shalat Syuruq:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ (رواه الترمذي هذا حديث حسن غريب)

Dari Anas bin Malik ra berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Barang siapa yang shalat pagi hari (subuh) secara berjamaah, kemudian ia duduk berdzikir kepada Allah SWT hingga terbitnya matahari, kemudian ia shalat dua rakaat, maka baginya pahala seperti pahala mengerjakan haji dan umrah. Rasulullah SAW bersabda, ‘Sempurna, sempurna, sempurna.’ [HR. Turmudzi, beliau berkata bahwa hadits ini hasan gharib].

Shalat Syuruq dikerjakan ketika matahari terbit—sudah meninggi dengan tinggi sekitar 1 tombak dari pandangan mata. Bukan saat matahari berada tepat diatas garis terbit, karena ini termasuk waktu dilarang shalat.

  • Biasanya di lakukan 15->20 menit setelah matahari terbit.
  • 2 atau 4 rakaah.

(Shalat Syuruq dianggap shalat Dhuha yang dikerjakan di awal waktu Dhuha).

Untuk panduan lengkap melaksanakannya silahkan menuju halaman khusus kami berjudul tata cara Sholat Syuruq.

2. Sholat Dhuha

Dalil mengerjakan Shalat Dhuha:

فِي الْإِنْسَانِ ثَلَاثُ مِائَةٍ وَسِتُّونَ مَفْصِلًا فَعَلَيْهِ أَنْ يَتَصَدَّقَ عَنْ كُلِّ مَفْصِلٍ مِنْهُ بِصَدَقَةٍ قَالُوا وَمَنْ يُطِيقُ ذَلِكَ يَا نَبِيَّ اللَّهِ قَالَ النُّخَاعَةُ فِي الْمَسْجِدِ تَدْفِنُهَا وَالشَّيْءُ تُنَحِّيهِ عَنْ الطَّرِيقِ فَإِنْ لَمْ تَجِدْ فَرَكْعَتَا الضُّحَى تُجْزِئُكَ

“Dalam diri manusia ada 360 persendian, lalu diwajibkan sedekah dari setiap sendinya,” mereka bertanya,”Siapa yang mampu demikian, wahai Nabi Allah?” Beliau menjawab,”Memendam riak yang ada di masjid dan menghilangkan sesuatu (gangguan) dari jalanan. Apabila tidak mendapatkannya, maka dua raka’at shalat Dhuha mencukupkanmu.” [HR Abu Dawud no. 5242 dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albâni dalam kitab Irwâa`ul-Ghaliil, 2/213 dan at-Ta’liq ar-Raghib, 1/235].

Sholat yang dikerjakan setelah terbitnya matahari hingga saat matahari meninggi.

  • Dilakukan 15-> 20 menit setelah matahari terbit—berakhir hingga 15->20 menit sebelum masuk waktu Dhuhur.
  • 2 hingga 8 rakaat.

Untuk bimbingan mengerjakannya silahkan antum menuju ke tata cara shalat Dhuha.

3. Shalat Taubat

Dalil mengerjakan Shalat Taubat surat Ali ‘Imran Ayat 135:

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Artinya: “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.”

Dilakukan untuk bertaubat setelah melakukan perbuatan dosa. Cukup dengan niat dalam hati.

  • Bisa dikerjakan kapan saja, meski di waktu dilarangnya Sholat.
  • 2 rakaat.

Untuk melaksanakannya maka silahkan mempelajarinya diartikel kami berjudul tata cara sholat Taubat sesuai tuntunan Nabi Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sahbihi Wassalam.

4. Shalat Istikharah

Dalil mengerjakan Shalat Istikharah:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajari para sahabatnya untuk shalat istikharah dalam setiap urusan, sebagaimana beliau mengajari surat dari Alquran. Beliau bersabda, “Jika kalian ingin melakukan suatu urusan, maka kerjakanlah shalat dua rakaat selain shalat fardhu.”
Dilakukan saat ingin melakukan satu urusan. Dan memohon kepada Allah Ta’ala memberi keputusan terbaik.

  • Bisa dikerjakan kapan saja.
  • 2 rakaat.

Untuk lebih jelasnya maka silahkan pelajari di tata cara, niat dan doa shalat Istikharah.

5. Sholat Hajat

Dalil mengerjakan Shalat Hajat:

أَنَّ رَجُلاً ضَرِيرَ الْبَصَرِ أَتَى النَّبِيَّ فَقَالَ: ادْعُ اللهَ لِي أَنْ يُعَافِيَنِي. فَقَالَ: إِنْ شِئْتَ أَخَّرْتُ لَكَ وَهُوَ خَيْرٌ وَإِنْ شِئْتَ دَعَوْتُ. فَقَالَ: ادْعُهْ. فَأَمَرَهُ أَنْ يَتَوَضَّأَ فَيُحْسِنَ وُضُوءَهُ وَيُصَلِّىَ رَكْعَتَيْنِ وَيَدْعُوَ بِهَذَا الدُّعَاءِ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ وَأَتَوَجَّهُ إِلَيْكَ بِمُحَمَّدٍ نَبِيِّ الرَّحْمَةِ. يَا مُحَمَّدُ، إِنِّي قَدْ تَوَجَّهْتُ بِكَ إِلَى رَبِّي فِي حَاجَتِي هَذِهِ لِتُقْضَى. اللَّهُمَّ فَشَفِّعْهُ فِيَّ

Seorang buta datang kepada Nabi lalu mengatakan, “Berdoalah engkau kepada Allah untukku agar menyembuhkanku.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Apabila engkau mau, aku akan menundanya untukmu (di akhirat) dan itu lebih baik. Namun, apabila engkau mau, aku akan mendoakanmu.” Orang itu pun mengatakan, “Do’akanlah.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu menyuruhnya untuk berwudhu dan memperbagus wudhunya serta shalat dua rakaat kemudian berdoa dengan doa ini, “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dan menghadap kepada-Mu dengan Muhammad Nabiyurrahmah. Wahai Muhammad, sesungguhnya aku menghadap kepada Rabbku denganmu dalam kebutuhanku ini agar ditunaikan. Ya Allah, terimalah syafaatnya untukku.” [HR. Ibnu Majah no. 1385 dan Tirmidzi no. 3578. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih].

Shalat Hajat dikerjakan saat memiliki hajat agar Allah Ta’ala mengabulkan hajatnya.

  • 2 rakaat
  • Bisa dikerjakan kapan saja kecuali waktu dilarang Shalat.

Untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi halaman khusus kami berjudul tata cara Sholat Hajat. Sebagai panduan yang Insya Allah dapat membantu dalam mengamalkan Ibadah Sunnah yang penuh kemuliaan ini.

6. Shalat Tahajud

Dalil mengerjakan Shalat Tahajud (AL ISRAA’ (17) :79):

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا

“Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.”

Shalat Tahajud untuk memohon ampunan dan mendapatkan tempat terpuji di sisi Allah Ta’ala.

  • Dilaksanakan pada malam hari—pertengahan dan akhir malam—setelah shalat Isya dan sebelum shalat Subuh.
  • Minimum 2 raakaat -> 12 rakaat.

Untuk tuntunan melaksanakannya silahkan antum menuju ke tata cara shalat Tahajud.

7. Shalat Tahiyatul Wudhu

Dalil mengerjakan shalat Tahiyatul Wudhu:

مَا مِنْ أَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُحْسِنُ الْوُضُوءَ وَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ يُقْبِل بِقَلْبِهِ وَوَجْهِهِ عَلَيْهِمَا إِلاَّ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ

Tidaklah seseorang yang berwudhu dan mengerjakan wudhunya dengan baik dan mengerjakan shalat dua rakaat dengan ikhlas dan tenang karena Allah, kecuali dia akan mendapatkan surga.” (HR Muslim).

Mengikuti sunnah Nabi.

  • Dikerjakan sehabis Wudhu.
  • 2 rakaat.

Untuk mengerjakannya bisa langsung mempelajarinya di bahasan kami berjudul tata cara Sholat Sunnah Wudhu sesuai tuntunan Nabi.

8. Sholat Tahiyatul Masjid

Dalil mengerjakan Shalat Tahiyatul Masjid:

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يَجْلِسَ

“Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, maka hendaklah dia shalat dua rakaat sebelum dia duduk.” (HR. Al-Bukhari no. 537 & Muslim no. 714).
Mengikuti sunnah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Ali Wasallam.

  • Dikerjakan saat masuk Masjid.
  • 2 rakaat.

9. Shalat Rawatib

Shalat Sunnah Rawatib dikerjakan sebelum (Qabliyah) dan sesudah (Ba’diyah) Shalat Fardhu.

  • Dikerjakan sebelum dan setelah Shalat Fardhu.
  • 2 rakaat.

Untuk lebih lengkapnya maka silahkan ke halaman kami dengan judul tata cara dan niat Shalat Rawatib.

10. Shalat Tarawih

Shalat Sunnah Tarawih dikerjakan pada malam dibulan Ramadhan setelah melaksanakan Shalat ‘Isya.

  • Dikerjakan setelah Shalat ‘Isya.
  • 8 atau 20 Rakaat.

Untuk mempelajarinya lebih jelas maka silahkan langsung menuju ke tata cara Shalat Tarawih.

11. Shalat Witir

Shalat Sunnah Witir adalah Shalat yang dikerjakan antara setelah Shalat ‘Isya hingga masuk waktu Shalat Subuh.

  • Dikerjakan setelah Shalat ‘Isya dan sebelum masuk waktu Shalat Subuh.
  • Minimal 1 Rakaat.

Agar lebih jelasnya guna mengetahui Shalat Sunnah ini maka saya persilahkan rekan langsung menuju ke tata cara Shalat Witir.

Shalat Sunnah berdasarkan waktu dan kondisi

Selain itu terdapat pula sejumlah Shalat Sunnah berdasarkan waktu dan kondisi, adapun shalat itu adalah:

Shalat Idul Fitri dan Idul Adha

Yakni Shalat yang dilaksanakan saat hari Raya Umat Islam yakni yang jatuh pada 1 Syawal yakni Idul Fitri dan yang jatuh pada 10 Dzulhijjah. Untuk pelaksanaannya maka silahkan ke tata cara Shalat Idul Fitri dan Idul Adha.

Shalat Gerhana

Ini adalah Shalat Sunnah yang dilaksanakan jika terjadi gerhana, baik gerhana matahari dan gerhana bulan. Untuk bimbingan melaksanakan silahkan pelajari di tata cara Shalat Gerhana.

Alhamdulillah, sebagai umat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Ali Wassalam kita sudah sepantasnya bersyukur karena Allah Ta’ala begitu menyayangi kita dengan memberikan kita ibadah-ibadah melalui shalat Nafilah (Sunah) ini yang sarat kemuliaan dan akan membawa kita kepada Ridho-Nya guna selamat dunia dan akhirat….Aaamiiin Allahuma Aaamiiin.

Insya Allah bermanfaat dan silahkan kabarkan kepada saudara dan teman mengenai berita bahagia ini dan sampai jumpa lagi di artikel kami berikutnya.

Tinggalkan komentar