Sholawat Nariyah

Photo of author



WAKTUJAKARTA.COM — Sholawat adalah sebuah perintah yang Allah sendiri juga melakukannya, jadi bisa kita bayangkan betapa besar pahala dan pentingnya ibadah yang satu ini.

Allah memberi perintah Shalat dan puasa namun tidak melaksanakannya, namun perintah untuk bershalawat maka Tuhan beserta seluruh malaikat-Nya bershalawat. Maka bagaimana bisa kita mengacuhkan ibadah luar biasa ini?

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Artinya :

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” [QS. Al Ahzab ayat 56].

Beranjak dari fakta ini maka para ulama berlomba menuliskan berbagai redaksi Shalawat untuk Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam, salah satunya adalah Shalawat Nariyah.

Sholawat Nariyah disusun oleh Syaikh Ahmad At-Tazi al-Maghribi dari Maroko, dimana atas dasar rasa cintanya yang besar kepada sebaik-baiknya manusia, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam, maka beliau menyusun Shalawat penuh kemuliaan ini.

Bacaan Sholawat Nariyah

Bacaan Sholawat Nariyah Arab

اللَّهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلاَمًا تَامًّا عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِيْ تُنْحَلُ بِهَ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِيْمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ عَدَدَ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

Bacaan Sholawat Nariyah Latin

“Allahumma sholli sholaatan kaamilatan Wa sallim salaaman taaman ‘ala sayyidinaa Muhammadin Alladzi tanhallu bihil ‘uqadu, wa tanfariju bihil kurabu, wa tuqdhaa bihil hawaa’iju Wa tunaalu bihir raghaa’ibu wa husnul khawaatimi wa yustasqal ghomaamu bi wajhihil kariimi, wa ‘alaa aalihi, wa shahbihi ‘adada kulli ma’luumin laka.”

Arti Bacaan Sholawat Nariyah

“Ya Allah, limpahkanlah pujian yang sempurna dan juga keselamatan sepenuhnya, Kepada pemimpin kami Muhammad, Yang dengan sebab beliau ikatan-ikatan (di dalam hati) menjadi terurai, Berkat beliau berbagai kesulitan menjadi lenyap, Berbagai kebutuhan menjadi terpenuhi.

Dan dengan sebab pertolongan beliau pula segala harapan tercapai, Begitu pula akhir hidup yang baik didapatkan, Berbagai gundah gulana akan dimintakan pertolongan dan jalan keluar dengan perantara wajahnya yang mulia, Semoga keselamatan juga tercurah kepada keluarganya, dan semua sahabatnya sebanyak orang yang Engkau ketahui jumlahnya.”

Mengenai Penamaan Nariyah

Penamaan Nariyah pada Sholawat ini sempat menjadi kontroversial oleh sebagian kecil umat Islam di Indonesia, dimana jikalau di artikan “Nar” adalah “Neraka” dan “Iyah” maka Pengikut, jadi Nariyah mereka anggap sebagai “Pengikut Neraka”. Seperti yang dijelaskan oleh situs NU.Or.Id.

Padahal maksud dari penamaan Nariyah pada Shalawat ini berlandaskan pada sebuah ayat Al Qur’an di surat Thaha ayat 10 yang redaksinya adalah sebagai berikut.

إِذْ رَأَىٰ نَارًا فَقَالَ لِأَهْلِهِ امْكُثُوا إِنِّي آنَسْتُ نَارًا لَعَلِّي آتِيكُمْ مِنْهَا بِقَبَسٍ أَوْ أَجِدُ عَلَى النَّارِ هُدًى

“Ketika ia (Musa) melihat api, lalu berkatalah ia kepada keluarganya: “Tinggallah kamu (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit daripadanya kepadamu atau aku akan mendapat petunjuk di tempat api itu”. [Thaha: 10].

Maka filosofi penamaan Nar pada Sholawat ini sejatinya adalah sebagai api pembawa petunjuk berdasarkan kisah Musa Alaihi Salam yang diabadikan pada Qs.Thaha:10 yang tertulis diatas.

Selain itu juga ada pendapat yang menyatakan bahwa jika Sholawat ini dibacakan untuk memenuhi hajatnya, maka atas Izin Allah, hajatnya akan cepat dikabulkan, secepat lahapan api. [al-Kunûz al-Muhammadiyyah fî al-Shalâti ‘alâ Khayri al-Bariyyah susunan Syaikh Muntashir al-Hulwani].

Maka tentu saja pendapat negatif yang menyebarkan pemikiran bahwa Sholawat ini untuk mereka yang ingin menjadi pengikut api neraka sangat tidak benar.

Nama lain dari Sholawat Nariyah

Perlu diketahui bahwa Sholawat ini memiliki banyak nama, dan nama-nama tersebut tergantung dari geografisnya, nama “Nariyah” sejauh saya tahu hanya populer di Indonesia sedangkan di negeri asalnya yakni Maroko, Sholawat ini bernama Taziyah, disesuaikan dengan asal kota penyusunnya.

Selain itu Sholawat Nariyah juga disebut Tafrijiyah oleh Syaikh Al-Qurtubhi dalam kitab Khazinatul Asrar, dimana penamaan Tafrijiyah diambil dari bacaan yang ada di dalam Sholawat yakni (تنفرج).

Senada dengan Syaikh Al Qurthubi, Syaikh Yusuf Bin Ismail An-Nabhani menyebut Shalawat ini dengan At-Tafrijiyah yang dapat ditemukan dalam kitabnya Afdlal ash-Shalawat ala Sayidi as-Sadat di urutan ke 63.

Dan Al Habib As-Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki menamakan Sholawat ini dengan “Salawat Taziyah”. Beliau juga menyebutnya dengan Shalawat Nariyah dalam kitabnya yang lain, Abwabul Faraj.

Adapun dalam kitab al-Kunuz al-Muhammadiyah disebut juga sebagai Shalawat Kamilah, Taziyah (Nisbah kepada penyusunnya), Tafrijiyah dan juga Nariyah (Mengacu pada kedahsyatan Sholawat ini).

Jadi nama-nama lain dari Sholawat Nariyah adalah sebagai berikut:

  • Sholawat Taziyah (Berdasarkan kota asal penyusunnya).
  • Sholawat Tafrijiyah (Berdasarkan teks bacaan dari Sholawatnya yakni (تنفرج)).
  • Sholawat Kamilah.

Waktu terbaik membaca Sholawat Nariyah

Adapun berkenaan waktu terbaik membaca Sholawat ini maka tiada waktu tertentu, kapan saja bisa dilaksanakan.

Namun jikalau untuk berdoa guna memohon akan dikabulkan hajat, maka waktu terbaik adalah saat di awal, ditengah dan di akhir doa seperti halnya membaca Sholawat Nabi yang lainnya. Dengan begini semakin besar kesempatan dikabulkannya doa kita dan hajat apapun Insya Allah terkabul.

Hal ini menurut penjelasan Al-Husaini yang menjelaskan adalah lebih disukai dan juga utama apabila doa diawali dengan membaca Sholawat, dan membacanya kembali ditengah doa, dan menutup doa juga dengan Sholawat.

Nah kita semua sudah memahami mengenai bacaan Sholawat Nariyah beserta bacaan latin dan artinya. Dan juga asal muasal kenapa dinamakan Nariyah, juga nama-nama lain dari Sholawat ini, berserta waktu terbaik untuk membacanya. Kini semuanya kembali kepada anda apakah ingin bersholawat atau hanya sekedar ingin mengetahui sisi historisnya saja.

Semoga informasi tentang bacaan Sholawat Nariyah ini bermanfaat dan silahkan beritakan kepada keluarga, saudara, kerabat dan teman anda semua siapa tahu mereka juga membutuhkan. Dan sampai jumpa lagi di posting-posting Dakwah Ahlus Sunnah Wal Jamaah dari AiTarus.Com berikutnya di masa depan.

Tinggalkan komentar