Status Wanita Dalam Islam

Photo of author



WAKTUJAKARTA.COM — Apakah Islam menaikan atau malah merendahkan status wanita? Untuk menjawab pertanyaan itu silahkan pelajari diskusi yang diawali dari sebuah pertanyaan agar kita dapat memetik pelajaran darinya.

Pertanyaan:

Sejujurnya saya ingin mengetahui lebih banyak tentang Islam namun setiap saya mengetahui hal baru, saya menjadi semakin penasaran. Saya ingin mengetahui dengan pasti bagaimana status wanita di dalam Islam?

Jawaban:

Tentu segala puja dan puji hanya untuk Allah Ta’ala.

Kami semua berbahagia bahwa anda memiliki gairah untuk mempelajari Islam, dan rasa penasaran anda Insya Allah membawa anda kejalan yang lurus.

Kami memohon kepada Allah Azza Wa Jalla agar membimbing kita semua kejalan yang diridhoi-Nya dan memberikan kebahagian kepada kita semua baik dunia dan akhirat.

Status wanita dalam Islam amatlah tinggi, Islam sangat menghormati kaum wanita, terdapat banyak ayat-ayat al-Qur’an yang menjelaskan tentang mereka bahkan nama salah satu Surah dalam al-Qur’an bernama Wanita yakni an-Nisah.

Dan Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sohbihi Wa Sallam mencontohkan dalam kehidupan sehari-harinya bagaimana dirinya memperlakukan istrinya dengan amat baik.

Dan berikut ini adalah penjelasan al-Qur’an dan Nabi Muhammad melalui al-Hadits berkenaan status wanita dalam Islam.

Perintah bergaul dengan Istri dengan baik

1—al-Qur’an memerintahkan agar para suami berlaku sebaik mungkin terhadap istrinya: Istrinya harus diperlakukan dengan hormat, meskipun sudah tiada lagi rasa cinta dihati kepadanya. Berikut adalah dalilnya:

“Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” [al-Nisa’ 4:19]

Wanita memiliki hak sama seperti pria

2—al-Qur’an menjelaskan bahwa wanita memiliki hak atas suaminya, seperti halnya suami terhadap dirinya. Allah Ta’ala menjelaskan pada ayat berikut:

“Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” [al-Baqarah 2:228]

Ayat ini mengindikasikan bahwa suami memiliki hal tambahan, dikarenakan dirinya sebagai pelindung dan kepala rumah tangga dan tanggung-jawab lebih besar.

Muslim terbaik ialah yang terbaik terhadap istrinya

3—Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sohbihi Wa Sallam memperlakukan dengan baik istrinya  dan amat menghormati mereka, dan beliau menjelaskan bahwa seorang yang terbaik diantaramu ialah yang paling baik terhadap istrinya.

Rasulullah mengatakan: “Yang terbaik diantara kalian ialah yang paling baik terhadap istrinya, dan diriku yang terbaik diantara kalian untuk hal ini.” (Diriwayatkan oleh al-Tirmidhi, 3895; Ibn Maajah, 1977).

Menafkahi wanita adalah pahala

4—Nabi Muhammad SAW berbicara hal yang indah untuk urusan memperlakukan istri dengan baik, menyatakan disaat seorang suami menafkahi istrinya dan menyuapi makanan ke mulutnya, ia mendapatkan pahala sedekah. Rasulullah menjelaskan: “Apa yang kalian nafkahkan (Ke Jalan Allah) pasti mendapat pahala, meskipun sepotong makanan yang kalian suapkan ke mulut istri.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari, 6352 dan Muslim, 1628).

Tinggalkan komentar