Tata Cara Sholat Jenazah: Doa Dan Niat Shalat Mayit

SHOLAT JENAZAH adalah ajaran Islam dimana umat Islam wajib menyolatkan setiap jenazah Muslim baik itu lelaki maupun perempuan. Disni terdapat panduan melaksanakan Sholat Jenazah dari Takbir hingga Salam.

Oleh

DITERBITKAN 8:48 am Rab Juli 2021

WAKTUJAKARTA.COM — Tata cara sholat Jenazah untuk jenazah pria dan wanita beserta syarat, rukun dan niat Sholat Jenazah.

Berikut adalah tata cara Sholat Jenazah guna membantu seluruh umat Islam yang kemungkinan tengah butuh panduan untuk melaksanakannya, guna membantu siapapun atau dirinya melaksanakan shalat Jenazah karena ditinggal salah satu anggota keluarganya. Insya Allah bermanfaat.

Menurut kesepakatan para ulama bahwa hukum shalat Jenazah adalah fardhu Kifayah itu artinya wajib dikerjakan secara berjamaah, bukan hanya sendiri kecuali ada hal yang menghalanginya.

Melaksanakan shalat Jenazah adalah wajib, jika tidak dilaksanakan maka dosa akan ditimpakan kepada umat Islam secara umum.

Kewajiban shalat Jenazah tunai apabila telah dilaksanakan, dan akan membebaskan yang lain dari dosa.

Dalam sebuah al-Hadits Nabi besar Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wasallam menyatakan:

“Ketika ada seorang laki-laki meninggal dalam berhutang disampaikan kepada Rasulullah, maka beliau bertanya apakah ia meninggalkan harta untuk membayar hutangnya. Jika dikatakan ia meninggalkan hartanya untuk membayar hutang, maka beliau akan menshalatkannya. Jika tidak, maka beliau akan memerintahkan kepada kaum muslimin, “shalatkanlah temanmu ini.”

Baca juga tata cara sholat Dhuha.

Syarat syah shalat jenazah adalah

  1. Suci dari najis pula hadats.
  2. Wudhu.
  3. Aurat tertutup.
  4. Menghadap Kiblat.

Rukun Sholat Jenazah

Pelaksanaan Shalat Jenazah terikat pada sejumlah rukun yang wajib dipenuhi, apabila tidak maka dianggap batal.

Berikut ini adalah rukun dari shalat Jenazah yang perlu dilakukan adalah.

  1. Melakukan Niat shalat.
  2. Apabila mampu, maka berdiri saat melakukan shalat.
  3. Takbir sebanyak 4 kali.
  4. Mengangkat tangan pada saat takbir pertama.
  5. Membaca surat al-Fatihah.
  6. Membaca shalawat atas Nabi SAW sesudah takbir yang kedua.
  7. Berdoa untuk mayit / jenazah.
  8. Salam.

Tata Cara Sholat Jenazah

Setelah mengetahui rukun shalat Jenazah berikut adalah tata cara yang dilakukan saat melaksanakan sholat Jenazah, yakni:

1. Posisi berdiri Imam

  • Posisi berdiri Imam untuk shalat jenazah pria.
Posisi Imam Untuk Shalat Jenazah Pria.png
  • Posisi berdiri Imam untuk shalat jenazah wanita
Posisi Imam Untuk Shalat Jenazah Wanita

Adapun mengenai posisi Imam berdiri ini berdasarkan sebuah al-Hadits Sahabat berikut ini:

“Bahwa ia,yakni Anas, menyalatkan jenazah laki-laki, maka ia berdiri dekat kepalanya. Setelah jenazah itu diangkat, lalu di bawa jenazah wanita, maka dishalatkannya pula dengan berdiri dekat pinggangnya. Lalu ditanyakan orang kepadanya: “beginikah cara Rasulullah SAW, menyalatkan jenazah, yaitu bila laki-laki berdiri di tempat seperti anda berdiri itu? Dan wanita juga seperti yang anda lakukan?” “benar” ujar Anas.” [Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Daud, dan Ibnu Majah juga oleh Turmudzi yang menyatakannya sebagai hadits hasan].

2. Membaca Niat Sholat Jenazah

Membaca niat merupakan bagian dari rukun shalat Jenazah dan berikut adalah niat yang dibacakan saat memulai melaksanakan sholat Jenazah, yakni:

(Niat wajib dibaca dalam hati), berikut adalah niat shalat Jenazah untuk jenazah lelaki dan perempuan:

Niat untuk Imam

Niat Sholat Jenazah untuk Imam jika jenazahnya adalah pria:

أُصَلِّيْ عَلَى هذَا الْمَيِّتِ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ فَرْضَ الْكِفايَةِ اَدَاءً لله تَعَالى

Usholi ‘ala hadzal mayyiti ‘arba’a takbiiraatin mustaqbilal qiblati fardol kifayati adaan lillahi ta’ala Imaman.

Niat Sholat Jenazah untuk Imam jika jenazahnya adalah wanita:

أُصَلِّيْ عَلَى هذِهِ الْمَيِّتَةِ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ فَرْضَ الْكِفايَةِ اَدَاءً لله تَعَالى

Usholi ‘ala hadzihil mayyitati ‘arba’a takbiirootin mustaqbilal qiblati fardol kifaayati adaa-an lillahi ta’ala Imaman.

Niat untuk Makmum

Niat Sholat Jenazah untuk Makmum jika jenazahnya adalah pria:

صَلِّيْ عَلَى هذَا الْمَيِّتِ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ فَرْضَ الْكِفايَةِ اَدَاءً لله تَعَالى

Usholi ‘ala hadzal mayyiti ‘arba’a takbiirootin mustaqbilal qiblati fardol kifaayati adaa-an lillahi ta’ala Makmuman.

Niat Sholat Jenazah untuk Makmum jika jenazahnya adalah wanita:

أُصَلِّيْ عَلَى هذِهِ الْمَيِّتَةِ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ فَرْضَ الْكِفايَةِ اَدَاءً لله تَعَالى

Usholi ‘ala hadzihil mayyitati ‘arba’a takbiirootin mustaqbilal qiblati fardol kifaayati adaa-an lillahi ta’ala Makmuman.

Keterangan: Sekali lagi saya ingatkan, jika anda sebagai Imam maka tambahkan kata Imaman saat membaca Niatnya dan jika anda makmum maka sebut Makmuman.

3. Takbir pertama, kemudian membaca surat al-Fatihah

“Pada takbir pertama tidak diwajibkan dan tidak disunnahkan membaca do’a iftitah.”

4. Takbir kedua, lalu membaca Sholawat

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدناَ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدناَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدناَ إِبْرَاهِيْمَ وَ بَارِكْ عَلَى سَيِّدناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدناَ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدناَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدناَ إِبْرَاهِيْمَ فِي العَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدُ مَجِيْدٌ

Allahuma sholli ‘ala sayyidina Muhammad, wa ‘ala aali sayyidina Muhammad, kama shollaita ‘ala sayyidina Ibrohim, wa ‘ala aali sayyidina Ibroohim, wa barik ‘ala sayyidina Muhammad, wa ‘ala aali sayyidina Muhammad, kama barokta ‘ala sayyidina Ibohim, wa ‘ala aali sayyidina Ibrohim, fil ‘aalamiina innaka hamiidum majiid.

5. Takbir ketiga, membaca doa:

Saya rekomendasikan untuk membaca doa untuk jenazah pria dan wanita dengan huruf Arabnya bukan huruf latinnya. Agar sempurna bacaannya.

Doa untuk jenazah pria:

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الذُّنُوبِ والْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَاَهْلًا خَيْرًا مِنْ اَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَقِهِ فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّار

“Allahummagfir lahu warhamhu wa ‘afihi wa ‘fu’anhu wa’ akrim nuzulahu wa wasi’ madkholahu wagsilhu bilma’i watsalji wal barodi wa naqqihi minadzunubi walkhotoyaya kama yunaqqo tssaubulabyadhu minaddanasi wa abdilhu daaron khoiron min daarihi, wahlan khoyron min ahlihi, wa zaujan khoyron min zaujihi waqihi fitnatalqobri wa ‘adzabi nnar.”

Dan untuk jenazah wanita:

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهُا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا، وَأَكْرِمْ نُزُلَهَا، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهَا، وَاغْسِلْهَا بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهَا مِنَ الذُّنُوبِ والْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهَا دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهَا، وَاَهْلًا خَيْرًا مِنْ اَهْلِهَا، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهَا، وَقِهَا فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّار

“Allahummagfir laha warhamhu wa ‘afiha wa ‘fu’anha wa akrim nuzulaha wa wasi’ madkholaha wagsilhu bilma’i watsalju wal barodi wa naqqiha minadzunubi walkhotoyaya kama yunaqqo tssaubul abyadhu minaddanasi wa abdilha daaron khoiron min daariha, wahlan khoyron min ahliha, wa zaujan khoyron min zaujiha waqiha fitnatalqobri wa ‘adzabi nnar.”

Keterangan: Saat membacakan doa, jika jenazahnya adalah perempuan / wanita, maka ganti lafadz هُ (hu) menjadi هَا (haa).

6. Takbir keempat, membaca doa:

اللّهُمّ لاَ تَحْررِمْنَا اَجْرَهُ (هَا) وَ لاَ تََفْْتِنّاََ بَعْدَهُ (هَا) وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ (هَا) وَلِإِخْوانِناََ اّلَذِيْنَ سَبَقُوْنَ بِالْإِيْمَانِ وَ لاَ تَجْعَلْ فِى قُلُوْبِناَ غِلاًّ لِلَّذِيْنَ آمَنُوا رَبّنَا إِنّكَ رَءُوْفٌ رَحِيْمٌ

“Allahumma laa tahrimnaa ajrohuu (haa) walaa taftinaa ba’dahuu (haa) wagfir lanaa wa lahuu (haa) wa li ikhwanina ladzina sabaquuna bil imaani wa la taj’al fi quluubina gillal lilladzina amanuu robbana innaka rouufur rohiim.”

Apabila jenazahnya adalah anak-anak, maka disunnahkan membaca ini:

اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ (هَا) فَرَطًَا لِاَبَوَيْهِ (هَا) وَسَلَفًا وَذُخْرًا وَعِظَةً وَاعْتِبَارًا وَشَفِيْعًا وَ ثَقِّلْ بِهِ (هَا) مَوَازِيْنَهُمَا وَاَفْرِغِ الصَّبْرَعَلىٰ قُلُوْبِهِمَا وَلاَ تَفْتِنْهُمَا بَعْدَهُ (هَا) وَلاَ تَحْرِمْهُمَا اَجْرَهُ (هَا).ا

Allahumaj’alhuu (haa) farothon li abawaihi (haa) wa salafan wa dzukhron wa ‘idzotan wa’tibaaron wa syafii’an. Wa tsaqqil bihii (haa) mawaaziinahuma, wa afrigis shobro ‘ala quluubihima, wala taftinhumaa ba’dahuu (haa) wa laa tahrimhuma ajrohuu (haa).

7. Salam

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ

Usai menunaikan shalat Jenazah, dianjurkan membaca Tasbih, Tahmid dan juga Tahlil.

Baca juga tata cara sholat Tahajud.

Itulah bimbingan dan tata cara sholat Jenazah untuk jenazah pria dan wanita. Insya Allah bermanfaat untuk kita semua,…Aamiin Allahumma Aamiin. Sampai jumpa lagi di artikel-artikel Dakwah Islam dari AiTarus.com berikutnya di masa depan.

Tinggalkan komentar