Tata Cara Sholat Malam Pengantin Lengkap Dengan Doanya

Photo of author



WAKTUJAKARTA.COM — Pertanyaan saya adalah bagaimana cara melaksanakan shalat malam pertama pengantin, apakah pembacaan ayat saat Shalat harus bersuara atau tidak bersuara? Apakah dasar dalil dari Shalat ini dan bagaimana doa untuk dibaca setelah shalat malam pengantin ini? Terima kasih.

Jawaban. Segala Puji Hanya Bagi Allah.

Sebagian ulama menyatakan bahwa shalat dua rakaat malam pertama adalah mustahab (Yang dikerjakan Nabi satu atau dua kali), namun sejauh ini tidak ditemukan riwayat dalam Sunnah Nabi (Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sahbihi Wa Sallam). Namun shalat ini diriwayatkan oleh sebagian Sahabat (Radiallahu Anhuma).

Diriwayatkan oleh Abu Said, seorang budak Abu Usayd yang telah dibebaskan, berkata: Saya menikah disaat masih menjadi budak, dan saya mengundang sejumlah Sahabat Nabi (Shallallahu Alaihi Wa Sallam), diantaranya adalah Ibnu Mas’ud, Abu Dhar dan Hudhayfah…..Dan mereka mengajarkan kepadaku dan berkata: Ketika istrimu mendatangimu, maka shalatlah dua rakaat, kemudian berdoalah kepada Allah, yang maha agung, untuk kebaikan yang datang padamu dan mintalah perlindungan kepada-Nya dari kejahatan, kemudian silahkan datangi istrimu. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf (3/401) dan ‘Abdul al-Razzaq dalam al-Musannaf (6/191). Syekh Albani berkata: sanadnya pada Abu Said adalah Sahih. [Adab al-Zafaf, halaman. 22].

Diriwayatkan bahwa Syaqiq berkata: Seorang pria mendatangi ‘Abdullah, [ibnu Mas’ud] yang dipanggil Abu Jarir, dan berkata: Saya telah menikah dengan seorang gadis mudah dan saya khawatir dirinya tidak menyukaiku.

‘Abdullah berkata: Cinta adalah dari Allah dan ketidaksukaan adalah dari setan, yang ingin menciptakan kebencian bagimu dimana Allah mengizinkamu. Maka jika dirinya mendatangimu, katakanlah padanya untuk shalat dua rakaat dibelakangmu. Diriwayatkan oleh Ibnu Saibah dalam al-Musannaf (3/402); ‘Abd al-Razzaaq dalam al-Musannaf (6/191); al-Thabrani dalam al-Mu‘jam al-Kabeer, 9/204. [Shaykh al-Albaani mengatakan sanadnya Sahih. Adab al-Zafaf, halaman. 24].

Shaikh Ibnu Baz ditanya.

Mereka berkata ada sebuah Shalat bagi yang baru menikah dan mereka menamakannya Sunnah atau Sunnah Al-Zawaj (Sunnah Nikah), dan dilakukan sebelum berhubungan intim suami-istri. Dan mereka berkata: Shalatlah dua rakaat, dan setelah itu lakukanlah hubungan suami-istri.

Ibnu Baaz menjawab: Diriwayatkan dalam sejumlah riwayat dari sebagian Sahabat bahwa seharusnya melaksanakan Shalat dua rakaat sebelum hubungan suami-istri saat nikah, namun tidak ada riwayat mengenai kekuatannya. Namun jikalau anda ingin melaksanakan Shalat dua rakaat sebagaimana generasi awal melakukannya, tidak ada salahnya melakukannya, dan jikalau anda tidak melakukannya, maka juga tidak ada salahnya.

Pertanyaan anda mengenai bersuara / tidak saat baca ayat Al-Qur’an. Mengenai aturan apakah pembacanya harus bersuara atau tidak bersuara, maka jikalau anda melaksanakannya pada malam hari maka dengan bersuara, dan jikalau dilakukan saat siang maka tidak bersuara saat membaca ayat-ayat Al-Qur’an Al-Karim suci.

Pernyataan anda mengenai doa. Mengenai dua yang dipanjatkan, maka letakan tangan kanan suami di atas ubun-ubun istri kemudian panjatkan doa berikut ini.

Tata cara shalat malam pertama pengantin

Adapun mengenai tata cara melaksanakan Sholat sunnah dua rakaat malam pertama maka silahkan ikuti urutannya dari tabel perintah berikut ini.

A. Rakaat pertama

1. Membaca Niat dalam hati (Tidak wajib)

2. Melakukan takbiratul ihram, diikuti dengan doa iftitah.

3. Membaca Al-Fatihah.

4. Membaca Surat Al-Qur’an, disunnahkan surat panjang.

5. Lalu Rukuk dengan tumaninah dan membaca “Subhaana rabbiyal ‘adhiimi wabihamdihi. (Artinya: Mahasuci Tuhanku yang Mahaagung dan segala puji bagi-Nya.)” 3x.

6. Rukuk dengan tumaninah dan membaca Subhaana rabbiyal ‘adhiimi wabihamdihi. (Artinya: Mahasuci Tuhanku yang Mahaagung dan segala puji bagi-Nya.) 3x.

7. Setelah rukuk, berdiri mengucap “Sami’allahu liman hamidah” Dan lalu baca “Robbanaa lakal hamdu mil us samawaati wamil ul ardhi wamil u maa syi’ta min syain ba’du.” Artinya: “Ya Allah tuhan kami, bagimu segala puji sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh sesuatu yang engkau kehendaki sesudah itu.””

8. Setelah rukuk, berdiri sembari mengucap “Sami’allahu liman hamidah” Dan lalu baca “Robbanaa lakal hamdu mil us samawaati wamil ul ardhi wamil u maa syi’ta min syain ba’du.” Artinya: “Ya Allah tuhan kami, bagimu segala puji sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh sesuatu yang engkau kehendaki sesudah itu.”

9. Sujud sembari membaca “Subhaana rabbiyal a’la wa bihamdihi (3x).” Artinya: “Maha Suci Rabb-ku Yang Maha Tinggi, dan memujilah aku kepada-Nya.”

10. Lalu sujud sembari membaca “Subhaana rabbiyal a’la wa bihamdihi (3x).” Artinya: “Maha Suci Rabb-ku Yang Maha Tinggi, dan memujilah aku kepada-Nya.”

11. Lalu duduk diantara dua sujjud dan membaca “Robbi Firli warhamni wajburni warfa’ni warzuqni Wahdini wa’afini wa’fu’anni”​ artinya: “Ya Allah ampunilah dosaku,Kasihani aku,tutuplah aibku,angkat derajatku,beri aku rezeki,tunjukanlah aku,sehatkan diriku dan ampunilah aku.”

12. Sujud sembari membaca “Subhaana rabbiyal a’la wa bihamdihi (3x).” Artinya: “Maha Suci Rabb-ku Yang Maha Tinggi, dan memujilah aku kepada-Nya.”

13. Lalu berdiri sembari takbir “Allahu Akbar.”

B. Rakaat Kedua

1. Membaca Al-Fatihah.

2. Membaca Surat Al-Qur’an, disunnahkan surat panjang.

3. Lalu Rukuk dengan tumaninah dan membaca “Subhaana rabbiyal ‘adhiimi wabihamdihi. (Artinya: Mahasuci Tuhanku yang Mahaagung dan segala puji bagi-Nya.)” 3x.

4. Rukuk dengan tumaninah dan membaca Subhaana rabbiyal ‘adhiimi wabihamdihi. (Artinya: Mahasuci Tuhanku yang Mahaagung dan segala puji bagi-Nya.) 3x.

5. Setelah rukuk, berdiri mengucap “Sami’allahu liman hamidah” Dan lalu baca “Robbanaa lakal hamdu mil us samawaati wamil ul ardhi wamil u maa syi’ta min syain ba’du.” Artinya: “Ya Allah tuhan kami, bagimu segala puji sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh sesuatu yang engkau kehendaki sesudah itu.””

6. Setelah rukuk, berdiri sembari mengucap “Sami’allahu liman hamidah” Dan lalu baca “Robbanaa lakal hamdu mil us samawaati wamil ul ardhi wamil u maa syi’ta min syain ba’du.” Artinya: “Ya Allah tuhan kami, bagimu segala puji sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh sesuatu yang engkau kehendaki sesudah itu.”

7. Sujud sembari membaca “Subhaana rabbiyal a’la wa bihamdihi (3x).” Artinya: “Maha Suci Rabb-ku Yang Maha Tinggi, dan memujilah aku kepada-Nya.”

8. Lalu sujud sembari membaca “Subhaana rabbiyal a’la wa bihamdihi (3x).” Artinya: “Maha Suci Rabb-ku Yang Maha Tinggi, dan memujilah aku kepada-Nya.”

9. Lalu duduk diantara dua sujjud dan membaca “Robbi Firli warhamni wajburni warfa’ni warzuqni Wahdini wa’afini wa’fu’anni”​ artinya: “Ya Allah ampunilah dosaku,Kasihani aku,tutuplah aibku,angkat derajatku,beri aku rezeki,tunjukanlah aku,sehatkan diriku dan ampunilah aku.”

10. Sujud sembari membaca “Subhaana rabbiyal a’la wa bihamdihi (3x).” Artinya: “Maha Suci Rabb-ku Yang Maha Tinggi, dan memujilah aku kepada-Nya.”

11. Lalu duduk dan membaca tahiyat akhir.

Doa malam pengantin

1—Pertama-tama letakan tangan kanan suami ke ubun-ubun istri (Lakukan tanpa ada orang lain selain anda dan istri anda).

2—Lalu baca Basmalah.

Doa malam pertama pengantin I

Kemudian berdoa memohon keberkahan.

اللَّهُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْها، وَبَارِكْ لَهَا فِيَّ

Allahumma barikly fiyha wa barik laha fiy

“Ya Allah berkahilah dia untukku, dan berkahilah aku untuknya.”

Lalu membaca doa:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَمِنْ شَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ

Allahumma inni as’aluka khairaha wa khaira ma jabaltaha ‘alaihi wa a-‘udzu bika min syarriha wa min syarri ma jabaltaha ‘alaihi

Ya Allah, aku memohon kebaikannya dan kebaikan tabiat yang ia bawa. Dan aku berlindung dari kejelekannya dan kejelekan tabiat yang ia bawa.

Atau membaca doa berikut ini.

Doa malam pertama pengantin II

“Allahumma inni as’aluka khairaha wa khayra ma jabaltaha ‘alayhi wa a‘udhi bika min sharriha wa min sharri ma jabaltaha ‘alayhi

Artinya: Ya Allah, aku memohon kepadamu kebaikannya dan apa yang telah Engkau ciptakan didirinya, dan aku memohon kepadamu dari kejahatannya dan kejahatan yang Engkau telah ciptakan di dirinya. [Diriwayatkan oleh Abu Dawood (2160); al-Albani menshahihkan ini di Sunan Abi Dawud].

Kapan waktu shalat dua rakaat malam pengantin

Mengenai waktu melaksanakannya tentu saja saat sebelum melakukan hubungan intim suami-istri, dan mengenai apakah sebaiknya dilakukan saat malam atau siang, untuk ini tidak ada riwayat mengenai kekhususan waktu pelaksanaannya, namun yang pasti dilaksanakan sebelum melakukan hubungan dengan istri.

Tinggalkan komentar