Tata Cara Sholat Tahiyatul Masjid

Photo of author



WAKTUJAKARTA.COM — Sholat Tahiyatul Masjid bukanlah sholat Fardhu. Merupakan bagian dari Sholat Sunnah atau tepatnya Sunnah Mustahab yang amat besar pahalanya. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sohbihi Wasallam melakukan Tahiyat Masjid dan begitupun para sahabat (Radiyallahu Anhu) dan begitupun para tabi’in dan tabi’ut tabiin hingga masa kita sekarang ini.

Namun begitu banyak dari kita melupakan hal penting dalam pelaksanaan Sholat Tahiyatul Masjid ini bahwa sholat ini terikat pada waktu dan tempat untuk melaksanakannya. Dan sholat ini bukanlah kewajiban dan pula tidak perlu kita mewajibkan orang lain melaksanakannya. Cukuplah berkata: ini merupakan perkara yang dianjurkan, namun bukan perkara wajib.

Dalil mengerjakan sholat Tahiyatul Masjid

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يَجْلِسَ

“Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, maka hendaklah dia shalat dua rakaat sebelum dia duduk.” (HR. Al-Bukhari no. 537 & Muslim no. 714).

Jumlah Rakaat Sholat Tahiyatul Masjid

Cara melaksanakan sholat Tahiyatul Masjid sama halnya seperti melaksanakan sholat Sunnah, yakni terdiri dari dua rakaat dan diakhiri dengan Tasyahud dan salam.
Namun bedanya hanya pada rakaat pertama setelah membaca al-Fatihah dianjurkan membaca Surah al-Kafirun, sedangkan di rakaat kedua setelah al-Fatihah dianjurkan membaca surah al-Ikhlas.

Waktu mengerjakan sholat Tahiyatul Masjid

Sholat Tahiyatul Masjid dilaksanakan saat memasuki Masjid, sebelum duduk atau melakukan aktivitas lainnya. Intinya, Sholat ini dilakukan saat anda memasuki Masjid sebelum melakukan apapun selainnya.

Niat sholat Tahiyatul Masjid

أصَلِّي تَحِيَّةَ الْمَسْجِدِ رَكْعَتَيْنِ سُنَّةَ لِلّهَ تَعَاَلَى

“Usholi Tahiyyatul Masjid, Rok’ataini Sunnatan Lillahi Ta’ala”.

Artinya:

“Aku berniat mengerjakan Shalat Tahiyatul Masjid Dua Rakaat Sunnah karena Allah Ta’ala”.

Tata Cara Shalat Tahiyatul Masjid

Cara melaksanakan sholat Tahiyatul Masjid sama halnya seperti melaksanakan sholat Sunnah, yakni terdiri dari dua rakaat dan diakhiri dengan Tasyahud dan salam.

Namun bedanya hanya pada rakaat pertama setelah membaca al-Fatihah dianjurkan membaca Surah al-Kafirun, sedangkan di rakaat kedua setelah al-Fatihah dianjurkan membaca surah al-Ikhlas.

Urutan Rakaat Pertama Rakaat Kedua
1 Membaca Niat dalam hati Membaca Al-Fatihah
2 Takbiratul Ihram, dianjurkan membaca doa iftitah Dianjurkan membaca Surah al-Ikhlas
3 Membaca al-Fatihah Ruku’ (Membaca Subhana rabbiyal ‘adzhimi wa bihamdihi )
4 Dianjurkan membaca surah al-Kafirun I’tidal (Membaca Sami’Allaahu liman hamidah kemudian Rabbana Lakalhamdu Mil Assamawati Wamil Ardhi Wamil a’maasyita Min Syai i’nba’du)
5 Ruku’ (Membaca Subhana Rabbiyal ‘Adzhimi Wa Bihamdihi ) Sujud (Membaca Subhana Rabbiyal A’la Wa Bihamdihi)
6 I’tidal (Membaca Sami’Allaahu liman hamidah kemudian Rabbana Lakalhamdu Mil Assamawati Wamil Ardhi Wamil a’maasyita Min Syai i’nba’du) Duduk diantara dua sujud (Membaca Rabbighfirli Warhamni Wajburni Warfa’kni Warzuqni Wahdini Wa’afini Wa’fu ‘anni)
7 Sujud (Membaca Subhana Rabbiyal A’la Wa Bihamdihi) Sujud ke 2 (Membaca Subhana Rabbiyal A’la Wa Bihamdihi)
8 Duduk diantara dua sujud (Membaca Rabbighfirli Warhamni Wajburni Warfa’kni Warzuqni Wahdini Wa’afini Wa’fu ‘anni) Tahiyat akhir
9 Sujud ke 2 (Membaca Subhana Rabbiyal A’la Wa Bihamdihi) Salam
10 Berdiri berlanjut ke rakaat kedua
Catatan: Disunnahkan untuk membaca doa masuk Masjid terlebih dahulu, dan mendahulukan kaki kanan saat masuk Masjid, juga memakai pakaian yang indah dan terus berdzikir kepada Allah Ta’ala.

Insya Allah bermanfaat dan sampai jumpa lagi di artikel-artikel saya berikutnya.

Tinggalkan komentar