Tata Cara Sholat Taubat Sesuai Tuntunan Nabi

SHOLAT TAUBAT dikerjakan ketika kita ingin memohon ampunan dan maaf setelah melakukan dosa dan perbuatan keji sesuai pemberitaan Hadits Nabi Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Shohbihi Wa Sallam. Berikut adalah panduan lengkap mengerjakan Sholat Taubat.

Oleh

DITERBITKAN 10:24 am Rab Juli 2021

WAKTUJAKARTA.COM — Bagaimana tata cara Sholat Taubat sesuai tuntunan Nabi Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sahbihi Wa Sallam, lalu dalil melaksanakannya dan berapa jumlah rakaatnya, kemudian kapan waktu melaksanakannya dan bolehkah setelah Shalat Fardhu?

Jawabnya:

Segala puji hanya bagi Allah Ta’ala. Sholawat dan salam kita haturkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sahbihi Wa Sallam.

Rahmat Allah Ta’ala teramat besar terhadap hamba-hambaNya, karenanya Allah membuka pintu taubat, dan tidak akan pernah tertutup kecuali setelah nyawa sudah mencapai tenggorokan atau terbitnya matahari di barat.

Karena RahmatNya yang tak terhingga jumlahnya, Allah Ta’ala telah mensyariatkan salah satu ibadah terbaik, yang khususnya bagi hambaNya yang melakukan dosa agar mendekat padaNya dengan harapan taubatnya dapat diterima.

Ibadah ini bernama Sholat Taubat dan di artikel ini akan dibahas mengenai dalil, waktu melaksanakannya, keutamaan dan tata cara Sholat Taubat.

Arti kata Taubat

  • Secara bahasa Taubat (تَوَبَ) berdasarkan bahasa berarti kembali. Yakni kembali dari dosanya atau kalimat tepatnya adalah berpaling dari dosanya dan menuju Allah.
  • Secara syar’i yakni meninggalkan segala yang dilarang Allah yang mengakibatkan kepada dosa, semata-mata karena Allah Ta’ala. Dan dirinya menyesali segala perbuatannya yang menentang Allah. Kemudian memperbanyak amal baik dan tidak kembali kepada kesalahan sebelumnya.

Dalil melaksanakan Sholat Taubat

Sholat Taubah merupakan ibadah yang diatur dalam Syariat Islam. Seluruh ulama menyepakati bahwa Sholat Taubat memang disyariatkan.

Sunan Abu Dawud (1521) meriwayatkan bahwa Abu Bakar As Shiddiq Radhiyallahu Anhu mengatakan: “Saya mendengar Rasulullah (Shalallahu ‘Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sahbihi Wa Salam) berkata: “Barangsiapa berbuat dosa kemudian mensucikan diri dan melaksanakan Sholat Dua Rakaat, kemudian memohon ampun kepada Allah, Allah akan mengampuninya.” Kemudian Rasulullah membacakan ayat ini:

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Artinya:

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (Qs. Ali Imran (3): 135).

Ahmad (26998) meriwayatkan bahwa Abu Darda (Radiyallahu Anhu) berkata: Aku mendengar Rasulullah (Shalallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sahbihi Wa Sallam) berkata: “Barangsiapa yang berwudhu dengan sempurna, kemudian berdiri untuk melaksanakan sholata dua atau empat rakaat, dengan khusyu’, lalu meminta ampunan kepada Allah, maka Allah akan mengampuninya. (Hadits Hasan).

Waktu melaksanakan Sholat Taubat

Sholat ini adalah Mustahab (Yang dilakukan Rasulullah satu atau dua kali, tidak rutin), amat disarankan ketika seorang Muslim telah memutuskan untuk bertaubat dari dosa yang telah ia lakukan, entah pertaubatannya segera setelah melakukan dosa atau kemudian.

Yang melakukan dosa sebaiknya segera bertaubat, jangan menunda, karena tiada yang tahu kapan ajal menjemput.

Jadi waktu melaksanakan Sholat Taubat bisa kapan saja dan disegerakan meskipun pada waktu dilarang melakukan Sholat. (Majmu’ Al Fatawa, Ibnu Taimiyah, 23/215, Darul Wafa’). Dan sejauh pintu taubat belum tertutup yakni ketika ajal menjemput atau matahari terbit dari barat.

Jadi saudara / saudari dalam iman Islam jangan pernah menunda untuk melakukan taubat, karena semakin cepat bertaubat semakin baik dan artinya anda akan cepat di ampuni. Yakinlah tiada dosa  — dosa besar sekalipun — yang tidak diampuni, kecuali saat nyawa sudah di tenggorokan.

Berapa jumlah rakaat Shalat Taubat

Shalat Taubat bisa dilaksanakan sebanyak 2 atau 4 rakaat.

  • 2 Rakaat: Adapun jumlah 2 rakaat dari Shalat Taubat berlandaskan hadits yang diriwayatkan Abu Bakar Radhiyallahu Anhu, [Lihat Sunan Abu Dawud 1521].
  • 4 Rakaat: Sedangkan melaksanakan Shalat Taubat 4 rakaat berlandaskan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Darda [Hr. Ahmad: 26998].

Keutamaan Sholat Taubat

Sholat Taubat dapat menghantarkan ampunan Allah Ta’ala kepada kita yang melakukan dosa, dengan berwudhu dan melaksanakan Shalat kemudian dengan khusyu’ memohon ampunan terhadap dosa yang kita lakukan.

Alasan melakukan melakukan ibadah ini ialah jikalau kita jatuh dalam dosa, baik dosa besar maupun dosa kecil, dan ia harus bertaubat dan amat dianjurkan untuk melaksanakan Sholat Dua Rakaat. Kemudian ia harus melakukan amal soleh, dan tidak lagi mengulangi perbuatan dosa yang sama.

Dan Allah Ta’ala menyukai orang-orang yang bertaubat seperti firmanNya berikut ini:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah : 222).

Panduan utama melaksanakan

Sholat Taubat jumlahnya adalah dua rakaat, seperti yang diutarakan pada Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Bakar Radhiyallahu Anhu.

Disyariatkan untuk melakukannya sendiri, karena ini merupakan Sholat Sunnah yang tidak dilaksanakan secara berjamaah. Kemudian diwajibkan meminta ampunan Allah Ta’ala, seperti yang tertulis dalam hadits riwayat Abu Bakar As Siddiq (Radhiyallahu Anhu).

Tidak ada bacaan surat al-Qur’an khusus saat melaksanakan Sholat Taubat, karena Nabi tidak mengkhususkan surat apapun, maka kita bisa membaca surat al-Qur’an apapun saat melaksanakannya.

Disyariatkan agar kita melaksanakan amal saleh dan tetap dijalan yang benar karena ini perintah Allah Ta’ala

وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِمَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدَىٰ

Artinya:

“Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar.” (Qs. Tha Ha (20): 82).

Tata cara melaksanakan Sholat Taubat

Berikut adalah tata cara melaksanakan Sholat Taubat sebanyak dua rakaat dari Takbir hingga Salam. Silahkan diikuti keseluruhan langkah-langkahnya berikut ini dalam tabel:

A. Rakaat pertama

1. Membaca Niat dalam hati (Tidak wajib)

2. Melakukan takbiratul ihram, diikuti dengan doa iftitah.

3. Membaca Al-Fatihah.

4. Membaca Surat Al-Qur’an, disunnahkan surat panjang.

5. Lalu Rukuk dengan tumaninah dan membaca “Subhaana rabbiyal ‘adhiimi wabihamdihi. (Artinya: Mahasuci Tuhanku yang Mahaagung dan segala puji bagi-Nya.)” 3x.

6. Rukuk dengan tumaninah dan membaca Subhaana rabbiyal ‘adhiimi wabihamdihi. (Artinya: Mahasuci Tuhanku yang Mahaagung dan segala puji bagi-Nya.) 3x.

7. Setelah rukuk, berdiri mengucap “Sami’allahu liman hamidah” Dan lalu baca “Robbanaa lakal hamdu mil us samawaati wamil ul ardhi wamil u maa syi’ta min syain ba’du.” Artinya: “Ya Allah tuhan kami, bagimu segala puji sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh sesuatu yang engkau kehendaki sesudah itu.””

8. Setelah rukuk, berdiri sembari mengucap “Sami’allahu liman hamidah” Dan lalu baca “Robbanaa lakal hamdu mil us samawaati wamil ul ardhi wamil u maa syi’ta min syain ba’du.” Artinya: “Ya Allah tuhan kami, bagimu segala puji sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh sesuatu yang engkau kehendaki sesudah itu.”

9. Sujud sembari membaca “Subhaana rabbiyal a’la wa bihamdihi (3x).” Artinya: “Maha Suci Rabb-ku Yang Maha Tinggi, dan memujilah aku kepada-Nya.”

10. Lalu sujud sembari membaca “Subhaana rabbiyal a’la wa bihamdihi (3x).” Artinya: “Maha Suci Rabb-ku Yang Maha Tinggi, dan memujilah aku kepada-Nya.”

11. Lalu duduk diantara dua sujjud dan membaca “Robbi Firli warhamni wajburni warfa’ni warzuqni Wahdini wa’afini wa’fu’anni”​ artinya: “Ya Allah ampunilah dosaku,Kasihani aku,tutuplah aibku,angkat derajatku,beri aku rezeki,tunjukanlah aku,sehatkan diriku dan ampunilah aku.”

12. Sujud sembari membaca “Subhaana rabbiyal a’la wa bihamdihi (3x).” Artinya: “Maha Suci Rabb-ku Yang Maha Tinggi, dan memujilah aku kepada-Nya.”

13. Lalu berdiri sembari takbir “Allahu Akbar.”

B. Rakaat Kedua

1. Membaca Al-Fatihah.

2. Membaca Surat Al-Qur’an, disunnahkan surat panjang.

3. Lalu Rukuk dengan tumaninah dan membaca “Subhaana rabbiyal ‘adhiimi wabihamdihi. (Artinya: Mahasuci Tuhanku yang Mahaagung dan segala puji bagi-Nya.)” 3x.

4. Rukuk dengan tumaninah dan membaca Subhaana rabbiyal ‘adhiimi wabihamdihi. (Artinya: Mahasuci Tuhanku yang Mahaagung dan segala puji bagi-Nya.) 3x.

5. Setelah rukuk, berdiri mengucap “Sami’allahu liman hamidah” Dan lalu baca “Robbanaa lakal hamdu mil us samawaati wamil ul ardhi wamil u maa syi’ta min syain ba’du.” Artinya: “Ya Allah tuhan kami, bagimu segala puji sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh sesuatu yang engkau kehendaki sesudah itu.””

6. Setelah rukuk, berdiri sembari mengucap “Sami’allahu liman hamidah” Dan lalu baca “Robbanaa lakal hamdu mil us samawaati wamil ul ardhi wamil u maa syi’ta min syain ba’du.” Artinya: “Ya Allah tuhan kami, bagimu segala puji sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh sesuatu yang engkau kehendaki sesudah itu.”

7. Sujud sembari membaca “Subhaana rabbiyal a’la wa bihamdihi (3x).” Artinya: “Maha Suci Rabb-ku Yang Maha Tinggi, dan memujilah aku kepada-Nya.”

8. Lalu sujud sembari membaca “Subhaana rabbiyal a’la wa bihamdihi (3x).” Artinya: “Maha Suci Rabb-ku Yang Maha Tinggi, dan memujilah aku kepada-Nya.”

9. Lalu duduk diantara dua sujjud dan membaca “Robbi Firli warhamni wajburni warfa’ni warzuqni Wahdini wa’afini wa’fu’anni”​ artinya: “Ya Allah ampunilah dosaku,Kasihani aku,tutuplah aibku,angkat derajatku,beri aku rezeki,tunjukanlah aku,sehatkan diriku dan ampunilah aku.”

10. Sujud sembari membaca “Subhaana rabbiyal a’la wa bihamdihi (3x).” Artinya: “Maha Suci Rabb-ku Yang Maha Tinggi, dan memujilah aku kepada-Nya.”

11. Lalu duduk dan membaca tahiyat akhir.

Kesimpulan:

  1. Sholat ini dalilnya jelas dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sahbihi Wa Salam.
  2. Disyariatkan agar pelaku dosa melakukan taubat, baik itu dosa besar dan kecil, dan baik melakukan sholat Taubat saat setelah melakukan dosa maupun setelahnya.
  3. Dan taubat dilakukan dengan tulus dan murni (Nasuha) (QS. At Tahrim: 8).
  4. Mengerjakan Sholat Taubat bisa kapan saja, meskipun di waktu dilarangnya Sholat.
  5. Diserukan bagi yang bertaubat melakukan amal soleh dan tetap dijalan yang lurus.
  6. Dan tidak lagi mengulangi kesalahan dan dosa yang sebelumnya.

Apa yang harus dilakukan setelah bertaubat?

Setelah anda berikrar untuk bertaubat maka hal yang harus dilakukan adalah berbuat kebaikan atau perbanyak amal baik, seperti hadits Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam yang diriwayatkan oleh Ahmad, Thobrani, dan Ibnu Hibban berikut ini:

وقال صلى الله عليه وسلم لمعاذ: إذا أسأت فأحسن

Artinya: “Nabi berkata pada Muadz: Apabila engkau berbuat dosa, maka berbuatlah kebaikan (sebagai bentuk taubat}.”

Baca juga kumpulan doa Taubat dari al-Qur’an dan Hadits.

Semoga Allah Ta’ala selalu menjauhkan kita semua dari dosa baik itu dosa terkecil maupun dosa terbesar dan mengampuni semua dosa dan salah kita….Aamiin Allahumma Aamiin Ya Robb.

Itulah keseluruhan tata cara Sholat Taubat sesuai tuntunan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sahbihi Wa Sallam yang bisa anda jadikan bimbingan untuk melaksanakannya dan semoga bermanfaat. Aamiin Allahumma Aamiin. Sampai jumpa lagi di artikel-artikel dakwah Islam dari AiTarus.com berikutnya di masa depan.

Allahu A’lam Bishawab.

Tinggalkan komentar