Tips Menghapus Dosa

Photo of author



WAKTUJAKARTA.COM — Insya Allah artikel bertema tips menghapus dosa sesuai tuntunan Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sohbihi Wassallam ini memberi manfaat untuk kita semua.

Rasulullah SAW mengatakan:

اتق الله حيثما كنت ، وأتبع السيئة الحسنة تمحها، وخالق الناس بخلق حسن

Bertakwalah dimanapun engkau berada, dan ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, niscaya ia akan menghapusnya, dan perbaikilah manusia dengan akhlak yang baik.”

Setiap orang kecuali para Nabi, pasti pernah berbuat dosa. Jika dosa itu berhubungan dengan Allah SWT, maka cara agar catatan dosa itu terhapus adalah melakukan perbuatan baik setelahnya.

Dengan melakukan perbuatan taat seperti sedekah, shalat puasa, istighfar, berdzikir atau lainnya, maka malaikat akan menghapus catatan keburukan dari lembaran amalan anda. Setidaknya perbuatan buruk tidak akan dikenai hukuman walau masih tercatat di catatan amal.

Malaikat pencatat amal sangat baik kepada manusia. Apabila manusia berbuat baik maka mereka akan segera mencatatnya. Namun apabila mereka berbuat dosa, malaikat yang kanan akan berkata kepada yang kiri, “Bersabarlah, jangan dicatat dulu. Mungkin sebentar lagi ia akan beristighfar atau bertaubat.” Malaikat kiri pun menunggu sampai enam jam. Jika ia bertaubat, maka Malaikat kiri tidak jadi mencatat amalan buruk itu, dan malaikat kanan akan menuliskan satu kebaikan baginya. Namun jika setelah enam jam ia belum bertaubat atau berbuat baik, maka malaikat kanan akan berkata, “Tulislah dosanya tadi, semoga Allah membebaskan kita darinya.”

Semua dosa, baik yang kecil atau yang besar, dapat dihapus dengan kebaikan. Tapi khusus dosa besar, kebaikan yang dapat menghapusnya hanyalah bertaubat dengan sungguh-sungguh. Tidak ada amal shaleh lain yang dapat menghapus dosa besar kecuali taubat. Amal shaleh lain hanya dapat sekedar meringankan adzabnya saja.

Ada pun dosa kecil, ia bisa terhapus dengan bertaubat atau dengan meninggalkan dosa besar dengan sengaja, atau dengan beribadah.

Diriwayatkan bahwa di masa Nabi SAW ada seorang pemuda bernama Nabhan at-Tamar yang memiliki toko kurma. Suatu hari datang seorang wanita cantik untuk membeli kurma. Nabhan membawa wanita itu ke dalam toko, kemudian mencumbu dan menciuminya, tapi tidak sampai melakukan hubungan suami-istri.

Setelah itu ia menyesali perbuatannya. Ia kemudian mendatangi Nabi SAW dan berkata, “Wahai Rasulullah, aku telah melakukan dosa dan layak dihukum.” Nabi SAW berpaling darinya dengan maksud agar itu menjadi rahasia antara diri pemuda itu dengan Tuhannya saja. Tapi pemuda itu berulang-ulang mengatakannya walaupun Rasulullah SAW berkali-kali berpaling. Akhirnya pemuda itu menceritakan dosa yang telah dilakukannya. Nabi SAW bersabda kepadanya:

Berwudhullah dengan wudhu yang baik.”

Silahkan baca juga tata cara sholat Taubat.

Pemuda itu berwudhu, shalat bersama Nabi SAW. Setelah itu turunlah ayat Al-Qur’an:

“Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat. (QS. 11:114) Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan. (QS. 11:115)” (Huud: 114-115).

Ayat ini menunjukkan bahwa dosa pemuda tadi terhapus dengan perbuatan baiknya, yaitu shalatnya bersama Nabi SAW. Pemuda itu lalu bertanya kepada Nabi SAW, “Apakah ini khusus untukku saja?”

Rasulullah SAW menjawab:

Ini berlaku bagi semua umatku” (HR. Bukhari).

Kisah ini mengisyaratkan bahwa shalat dapat menghapus dosa. Begitu pula amalan taat lain seperti jihad, puasa, shalat malam, dzikir dan lainnya. Semua itu dapat menghapus dosa yang dilakukan orang. Di antaranya ada yang dapat menghapus dosa yang telah lalu saja, dan tidak bisa menghapus dosa yang akan datang seperti puasa Hari Asyuro (10 Muharam).

Disebutkan dalam sebuah hadits bahwa berpuasa di Hari Asyuroo dapat menghapus dosa selama setahun lalu. Ada pula ketaatan yang dapat menghapus dosa yang lalu dan sekaligus yang akan datang seperti Puasa Hari Arofah (9 Dzulhijjah).

Tinggalkan komentar