5 Waktu Dilarangnya Shalat

INILAH 5 waktu yang setiap umat Islam dilarang untuk melaksanakan Shalat, sudahkah Anda tahu waktu mana saja yang dilarang menunaikan Shalat? Maka silahkan baca informasi ini.

Photo of author



WAKTUJAKARTA.COM — Dalam Islam terdapat 5 waktu yang dilarang untuk melakukan shalat, artikel ini akan menjawab kapan waktu tidak dibolehkan shalat. Dalam waktu ini kita dilarang untuk mengerjakan Sholat oleh karenanya kita wajib mengetahui kapan waktu-waktu dilarang mengerjakan Shalat meskipun Sholat wajib sekalipun.

Segala puji hanya bagi Allah Azza Wa Jalla, dan sholawat dan salam kita panjatkan kepada Nabi Muhammad, beserta keluarga dan para sahabatnya dan mereka yang mengikutinya hingga akhir zaman.

Shalat adalah ibadah wajib yang harus rutin dikerjakan setiap harinya, perintahnya jelas dan tegas, dapat kita temui di beberapa ayat dan surah di dalam al-Qur’an al-Karim. Salah satunya adalah sebagai berikut:

إِنَّ الصَّلاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا …

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” [QS. an-Nisa’: 103].

Namun begitu ada waktu-waktu dalam sehari dimana Allah Azza Wa Jalla melarang kita mendirikan shalat. Dan di artikel ini akan dibahas waktu yang mana tidak diperkenankan untuk mengerjakan Shalat.

Waktu-waktu dilarang mengerjakan Shalat

Ada 5 waktu yang dilarang untuk melaksanakan Shalat, oleh karenanya sebagai umat Islam kita wajib mengetahui mana waktu yang dimaksud guna mendapat Ridho Allah Ta’ala. 5 waktu dilarang sholat adalah:

  • Setelah waktu shalat Subuh hingga matahari terbit.
  • Ketika matahari telah terbit hingga matahari meninggi (sekitar 1 meter atau setelah 15 menit terbitnya matahari). (Tidak diperbolehkan mengerjakan sholat apapun, dilarang mengerjakan Sholat Dhuha diwaktu ini).
  • Di saat matahari berada di atas kepala, tidak condong ke arah barat maupun timur, hingga matahari tergelincir ke arah barat).
  • Setelah shalat Ashar hingga mulai terbenam.
  • Dari mulainya terbenam matahari hingga terbenam penuh / terbenam sempurna.

Pengecualian melakukan shalat di waktu yang dilarang

Namun untuk kondisi tertentu maka agama Islam membolehkan melakukan Shalat meskipun di 5 waktu terlarang ini. Kondisi tersebut adalah sebagai berikut:

  • Lupa dan tertidur.
  • Di Ka’bah.
  • Shalat Jum’at.

Mari kita bahas satu-satu kondisi tersebut berdasarkan dalil.

Disaat lupa dan tertidur

Secara garis besar, adalah dilarang melakukan sholat di waktu-waktu ini, namun ada pengecualian karena suatu hal.

Pengecualian pertama ialah bagi mereka yang ketinggalan Sholat, maka ia diperbolehkan untuk shalat di waktu yang dilarang. Hal pembolehannya berdasarkan al-Hadis berikut:

مَنْ نَسِىَ صَلاَةً أَوْ نَامَ عَنْهَا فَكَفَّارَتُهَا أَنْ يُصَلِّيَهَا إِذَا ذَكَرَهَا

“Barangsiapa yang lupa atau tertidur sehingga tidak melaksanakan shalat (pada waktunya), maka shalatlah disaat ia ingat, karena tidak ada pengganti selain dari itu.” {al-Bukhari (hadith no. 572) dan Muslim (hadith no. 1564)]

Perkataan Nabi Muhammad (صلى الله عليه وسلم); “Maka shalatlah disaat ia ingat” adalah secara umum tanpa terkecuali. Karena shalat fardu hukumnya wajib, maka shalat ini tidak boleh ditunda setelah dirinya ingat atau terbangun.

Karenanya—berdasarkan penjelasan Nabi Shalallahu Alaihi Wa Ali Wa Sallam—menunaikan shalat dibolehkan jika terlupa dan terbangun dari tidur, meskipun dilaksanakan di waktu yang dilarang.

Namun pembolehan ini hanya berlaku untuk shalat Wajib bukan Shalat Sunnah Nafilah / tambahan. Kecuali Sholat Taubat bisa pula dilakukan di waktu-waktu ini.

Khusus di Ka’bah

Contoh lain ialah jika seseorang melaksanakan Haji dan Umroh, mereka boleh melaksanakan shalat meskipun di waktu terlarang.

Ketika melakukan Tawaf, disunahkan shalat sunnah dua rakaat dibelakang Maqam Ibrahim Alaihi Salam. Maka jikalau orang tersebut melakukan Tawaf di waktu terlarang, maka dibolehkan baginya melaksanakan sholat sunnah dua rakaat ini.

Dalil pembolehannya dapat ditemukan pada al-Hadis berikut:

لَا تَمْنَعُوا أَحَدًا طَافَ بِهَذَا الْبَيْتِ وَصَلَّى أَيَّةَ سَاعَةٍ شَاءَ مِنْ لَيْلٍ أَوْ نَهَارٍ

Artinya: “Jangan kalian larang seseorang ber thawaf dan shalat di rumah ini (ka’bah) kapanpun ia mau baik siang malam maupun siang.” [HR. An-Nasa’i].

Shalat Jum’at

Khusus shalat Jum’at maka pelarangan shalat tidak berlaku. Shalat Jum’at dapat dilakukan meski bertepatan dengan waktu istiwa’ dan shalatnya adalah sah.

Tambahan

Oleh karen itu, Hadis yang menyatakan tidak ada shalat setelah Subuh hingga matahari meninggi dan Ashar hingga matahari terbenam, adalah umum. Namun jikalau bertemu dengan ketiga kondisi diatas maka dibolehkan. Yaitu disaat lupa dan tertidur, disaat di Ka’bah dan shalat Jum’at.

Insya Allah bermanfaat dan silahkan beritakan kepada teman-teman anda yang mungkin membutuhkan informasi ini. Karena memberitakan kebaikan adalah hal yang baik.

Semoga informasi mengenai waktu-waktu dilarangnya shalat membuka wawasan dan menambah ilmu kita agar lebih benar dalam beribadah kepada Allah Ta’ala.

Allahu a’lam Bishawab.

Tinggalkan komentar